Menilik Perang Komen Arnold vs Trump

    3 minute read

    Sekali lagi, Warga Amerika Serikat (AS) “dihibur” dengan perang komentar antara Presiden Donald Trump dan mantan Gubernur California Arnold Schwarzenegger, hanya mengenai rating suatu acara televisi, yaitu The Apprentice. Dari saling lontar komentar ini, kita bisa melihat siapa yang sebenarnya lebih layak menjadi pemimpin.


    Pinterpolitik.comJum’at, 3 Februari 2017

    AMERIKA SERIKAT – Donald Trump boleh bangga karena berhasil membawakan acara televisi The Apprentice yang menjadi salah satu acara televisi dengan jumlah rating tertinggi, yaitu 20,7 juta pemirsa. Jumlah rating yang hingga saat ini masih sulit ditembus oleh acara televisi sejenis lainnya.

    Keberhasilan inilah yang ia umbar untuk meledek pemandu acara The Apprentice yang menjadi penggantinya, Arnold Schwarzenegger. Tayangan perdana The Apprentice yang dipandu Arnold hanya meraih 4,9 juta pemirsa, sedikit lebih tinggi dari episode The Apprentice dengan rating terendah yang pernah diraih Trump, yaitu 4,6 juta pemirsa.

    Trump yang namanya masih tercantum sebagai produser eksekutif The Apprentice, meledek kegagalan Arnold ini melalui akun resmi twitternya. Selain mengenai rating yang jeblok, ia juga mengungkit keputusan Arnold yang lebih memilih Kasich dan Hillary saat pemilihan presiden lalu.

    Perlu diketahui, Arnold merupakan kader Partai Republik. Namun saat pemilihan presiden lalu, ia secara terbuka menyatakan akan memilih Hillary Clinton. “Untuk pertama kali sejak saya menjadi warga negara AS di tahun 1983, saya tidak akan memilih kandidat dari Partai Republik sebagai presiden,” tulis Arnold melalui twitter.

    Arnold yang pernah dua kali menjabat sebagai Gubernur California, menanggapi ledekan ini secara bijak. Ia mengingatkan kalau Trump punya tugas yang lebih penting daripada rating The Apprentice. “Saya mendoakan yang terbaik dan berharap Anda dapat bekerja bagi SEMUA warga AS sama agresifnya seperti rating yang Anda dapatkan,” sentilnya.

    Kekesalan Trump akan turunnya rating The Apprentice ternyata masih membekas, ia masih mengungkitnya bahkan ditengah-tengah acara resmi kepresidenan, seperti National Prayer Breakfast yang dihadiri Raja Abdullah II dari Yordania, Kamis (3/2). “NBC membayar aktor terkenal untuk memandu acara saya, tapi ratingnya malah jatuh. Mari kita berdoa untuk rating The Apprentice,” katanya di sela  pidato resminya itu.

    Menanggapi kekonyolan Trump, Arnold akhirnya membuat video singkat dalam akun twitternya. Di video itu ia mengajak Trump untuk bertukar posisi. “Karena Anda mesin peraih rating, bagaimana kalau Anda kembali ke TV dan saya menggantikan pekerjaan Anda. Sehingga masyarakat akhirnya bisa tidur nyenyak lagi,” sindirnya.

    Walau Arnold sukses menjabat sebagai Gubernur California selama delapan tahun berturut-turut, namun ia tidak bisa maju begitu saja sebagai kandidat calon presiden. Sebaliknya, Trump terkesan kurang mampu menempatkan dan memposisikan dirinya sebagai kepala negara, berbeda dengan Arnold yang mampu merespon ledekannya dengan lebih bijak. (Berbagai sumber/R24)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here