Megawati Sindir Jokowi?

Megawati Sindir Jokowi?
Foto : Istimewa
2 minute read

“Kau manusia bukan dewa, dewa saja tidak sok-sokan mau jadi manusia!”


PinterPolitik.com

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengatakan, politik sejatinya dijalankan untuk kemaslahatan rakyat. Karena itu, kalau ada perbedaan, maka tidak perlu harus menggunakan cacian dan makian. Hmm, ini maksudnya ngritik kata-kata “sontoloyo” itu ya? Kan kata-kata kasar itu? Hayooo hehehe.

Kata Megawati, ia sejalan dengan Presiden Jokowi yang menyerukan agar politik dilakukan dalam kerangka kemaslahatan rakyat. Click To Tweet

Menurut Jokowi, seharusnya para politisi bertarung dengan cara adu program, gagasan, ide, prestasi, dan rekam jejak. Sebab kalau masih memakai cara lama dengan menggunakan politik kebencian, SARA, adu domba, maka itu namanya politik sontoloyo.

Nah bentar gengs, bukanya bertarung dengan cara adu program, gagasan, ide, prestasi, dan rekam jejak itu malah yang dianggap sebagai cara lama ya? Buktinya rakyat kalau memasuki tahun politik seperti ini mendadak banyak yang terkena serangan diare, sampai muntah-muntah soalnya enek kebanyakan memakan janji-janji, gagasan-gagasan yang nyatanya omong kosong! Weleh-weleh.

Megawati mengibaratkan bahwa dalam sebuah negara, ada tata kelola pemerintahan. Di dalam tata pemerintahan, ada saluran untuk memperdebatkan ide dan gagasan kebijakan, yakni di parlemen. Di lembaga DPR RI itu, ada masing-masing fraksi yang diisi perwakilan dari partai politik yang lolos di parlemen.

Aduh, ini lagi cuy! Gimana mau berdebat di DPR kalau ujung-ujungnya di sana hanya menjadi tempat bagi-bagi proyek. Ckckck, basi banget narasi-narasi seperti ini coy! Merusak pendengaran dan mengotori hati kalau mendengarnya.

Siapa di antara kalian kalau mendengar politisi berbicara seperti ini rasanya lambung langsung berkontraksi ingin menyeruakkan isinya? Kalau kalian seperti itu, senasib sama eyke gengs, udah sangat kronis nih pamornya politisi sampai-sampai lambung aja nolak mendengar ceramahnya.

Di luar itu, Megawati juga bilang, bila perbedaan justru diumbar dengan keluar dari sistem itu alias di luar DPR, maka perbedaan akan semakin kentara dan pada akhirnya munculah berbagai pendapat yang menyebut politisi terkesan menjadikan tahun Pemilu ini sebagai ajang pertempuran yang tidak sehat.

Menurut Mega, kita ini satu bangsa satu negara. Dan siapakah yang akan terkena dampaknya di kemudian hari? Ya rakyat sendiri. Apakah semua politisi selalu akan mempermainkan rakyat? Weleh-weleh.

Giliran tahun politik gini, Megawati baru deh bilang jangan permainkan rakyat. Emangnya empat tahun kemarin ke mana aja sist? Weleh-weleh, btw gengs udah dulu ya ngomongin yang begini-beginian, eyke mau ke belakang dulu nih. Soalnya enek banget nih kayaknya sih kena gejala muntaber deh. Hehehe. (G35)