Megawati Lindungi ‘Preman’

Megawati Lindungi ‘Preman’
Tri Rismaharini dan Megawati Soekarnoputri. (Istimewa)
2 minute read

“Mbak Risma ini sebenarnya Wali Kota atau preman? Wali Kota kok gini, lelaki atau perempuan? Kalau lihat mobil dinasnya isinya ada cangkul, sepatu, cetok, dan lainnya.” ~ Megawati Soekarnoputri


PinterPolitik.com

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan Megawati Soekarnoputri sangat senang kalau kadernya sukses memimpin suatu daerah, apalagi bisa melahirkan pemimpin yang dicintai masyarakatnya.

Seperti sosok Tri Rismaharini, Walikota Surabaya yang kata Megawati merupakan sosok kader PDI Perjuangan yang dicintai saat menjadi Walikota Surabaya.

Tapi, kekaguman Megawati kepada Risma ternyata bukan hanya tentang kepemimpinannya yang merakyat, tapi juga karena sikap Risma yang seperti preman alias suka marah – marah.

Waduhhh, memangnya Risma kayak preman apa ya? Kan engga, weleeeeh weleeeh.

Kayaknya perumpamaan Megawati kurang tepat kalau menyebut Risma itu preman, apalagi katanya mending ganti nama jadi Rismo, karena garang saat memarahi kalau ada sesuatu yang janggal di Surabaya.

Ahhh syudahhlah, tapi yang menariknya lagi, isi dari mobil dinasnya Risma itu terdapat cangkul dan alat yang lainnya. Weleeeh weleeeh, kan itu mobil dinas Walikota bukan mobil peralatan tukang kan? Uppsss, tapi katanya alat ini disiapkan kalau Risma mau membersihkan atau menata taman secara dadakan, hmmm.

Belajar dari pengalaman, mungkin masih terekam dalam ingatan, waktu itu di Surabaya ada pembagian es krim gratis tapi malah dimaki habis – habisan oleh Risma.

Nah loh, kan baik banget itu membagikan es krim gratis, upppsss, bukan persoalan es krimnya, tapi akibat membludaknya warga Surabaya datang mengambil es krim gratis, taman kota di Surabaya menjadi rusak terinjak – injak.

Waduhhh, kalau begini sih wajar aja ngamuk. Nah gaya ngamuk begini nih yang disukai Megawati. Apalagi pas Risma blusukan melihat proses pembuatan KTP-el dan dokumen kependudukan yang ternyata lamban dan menyusahkan warga.

Santapan empuk buat Risma untuk ngomelin petugas yang memperlambat, weleeeh weleeeh. Oh gaya kepemimpinan begini toh yang disukai sama Megawati.

Pantes aja ya gaya kepemimpinan Ahok yang marah – marah juga disukai. Emangnya kalau mau diusung dan dipilih Megawati jadi Kepala Daerah harus belajar jadi pemarah dulu ya? Weleeeh weleeeh.

Mungkin kalau Megawati ingin kadernya itu lebih sukses lagi, kayaknya kriteria pemarah jangan jadi pertimbangan lagi deh.

Begitu kalau saran dari Lao Tzu, karena kalau ingin menjadi petarung terbaik, maka petarung itu tidak boleh marah, hmmm gitu toh, weleeeh weleeh. (Z19)