Mau Pilpres atau Miss Universe?

Jokowi dan Prabowo. (Foto: Antara Foto)
2 minute read

“Berbicara politik sebagai debat kebijakan, bukan kasak-kusuk elit berebut kekuasaan.” ~Najwa Shihab


PinterPolitik.com

Negara kita dilimpahi kekayaan yang luar biasa, salah satunya bahasa. Kita punya 742 bahasa di seluruh Indonesia. Di Papua saja yang penduduknya hanya sekitar 2 juta orang, memiliki jumlah bahasa mencapai 271 bahasa. Tapi untung kita punya bahasa pemersatu. Jadi tetap bisa berkomunikasi dengan seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke. Mantap nggak tuh?

Eh tapi gimana ya, kalau acara debat calon presiden dan wakil presiden menggunakan bahasa asing? Kira-kira saudara-saudara se-tanah air pada mudeng nggak nih? Hihihi.

Baru-baru ini, muncul inovasi baru dari para timses dua bakal capres cawapres mengenai bahasa yang digunakan saat debat kandidat. Kubu Prabowo-Sandiaga mengusulkan untuk menggunakan bahasa Inggris, sementara kubu Jokowi-Ma’ruf mengusulkan pakai bahasa Arab. Alasannya?

Sebagai pelopor ide gurih tersebut, kubu Prabowo-Subianto memandang bahasa Inggris merupakan bahasa yang penting untuk di kuasai oleh seorang presiden agar dapat berkomunikasi dengan pemimpin negara lain dan berbicara di dunia internasional.

Loh, apa kabar Presiden Jokowi yang kerap pakai bahasa Indonesia saat bicara dengan presiden lainnya? Itu apa namanya kalau bukan berkomunikasi? Main tebak kata? Wkwkwkwk.

Debat kandidat mau pakai bahasa Inggris dan bahasa Arab? Emang kita negara apa? Click To Tweet

Kubu Jokowi-Ma’ruf juga punya alasan kenapa mengusulkan debat menggunakan bahasa Arab. Menurut mereka, bahasa Arab juga menjadi salah satu bahasa internasional. Bila perlu, diadakan juga tes membaca alquran.

Menurut Wasekjen DPP PPP Indra Hakim Hasibuan, agar fair dan objektif, panelis bisa dari perwakilan ulama terkemuka ataupun syeikh dari Saudi Arabia maupun Mesir.

Ettt dahh, ini mau debat capres-cawapres apa mau ujian masuk Universitas Islam Negeri (UIN) sih? Pakai tes bahasa Inggris, Arab, sama baca Al-Quran segala. Ada-ada aja.

Hmm, tapi moon maap nih. Kalau para calon debat pakai bahasa asing, kita sebagai rakyat yang nonton begimana yak? Bisa nggak tuh mengerti maksud pembicaraannya? Ckckckck.

Yang penting dari debat kandidat itu kan program kerja dan visi misi para pasangan calon. Kalau mau adu bakat ngomong bahasa asing mah, buat aja forum terpisah. Ini kan lagi pemilihan presiden, bukan Miss Universe. Please deh ah… (E36)