Ma’ruf, Ulama atau Politisi?

Ma’ruf Ulama atau Politisi
Ma'ruf Amin. (Foto: SpiritRiau.com)
2 minute read

“Korupsi agama berasal dari mengubahnya ke kata-kata belaka dan penampilan.” ~Abu Hamid Al Ghazali


PinterPolitik.com

Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga yang mewadahi para ulama, zuama, dan cendekiawan Islam di Indonesia diharapkan dapat berfungsi dalam membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia.

Ya, MUI merupakan organisasi untuk seluruh umat Islam di Indonesia, tanpa melihat pilihan politiknya. Tapi bagaimana jika sang Ketua Umum terjun ke dunia politik dan ikut berlaga di kontestasi pemilih presiden? Apakah hal tersebut tidak akan mencederai identitas MUI?

Ayo main tebak-tebakan: Ma'ruf Amin ulama atau politisi? Click To Tweet

Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah dinonaktifkan jabatannya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Didin Hafidhuddin, langkah yang diambil Ma’ruf merupakan itikad untuk menjaga marwah dan jati diri MUI agar terhindar dari politik praktis.

Hmm, tapi kenapa Ma’ruf nggak mengundurkan diri saja sekalian? Nggak takut kalau nanti ada yang baper?

Ternyata MUI punya pedoman sendiri yang mengatur ini. Berdasarkan pedoman Rumah Tangga MUI Pasal 1 ayat 6 butir f, jabatan ketua umum dan sekretaris jenderal tidak boleh rangkap jabatan politik eksekutif, legislatif, dan pengurus harian partai politik. Posisi Ma’ruf sebagai ketua umum baru bisa dilepaskan apabila telah resmi menjadi wakil presiden.

Meski masih berstatus sebagai ketua MUI non-aktif, tapi mulai sekarang, Ma’ruf sudah nggak boleh lagi membawa nama MUI ke daerah-daerah, apalagi menggunakan simbol-simbol MUI atau menggunakan sekretariat MUI untuk kepentingan kampanye.

Wah… wah… kalu begitu, Ma’ruf sudah bisa benar-benar dipandang sebagai politisi nggak nih? Hehehe.

Larangan untuk tidak membawa MUI ke arena Pilpres juga berlaku, baik untuk para pendukung Jokowi-Ma’ruf ataupun Prabowo-Sandiaga Uno, loh ya. Hm, terus, kira-kira hukum menggunakan atribut MUI untuk kampanye politik apa nih? Mubah, makruh, atau haram?

Kini tugas sebagai ketua harian dijalani oleh dua Wakil Ketua Umum MUI sebagai Plt Ketua, yaitu  Yunahar Ilyas dan Zainut Tauhid Sa’adi. Semangat, yaaa! Jangan lupa doakan agar pemilu berjalan lancar ya, nggak ada lagi isu-isu SARA. Ehehehe, harusnya sih udah nggak ada ya. Wong, yang suka jadi korban isu sara udah punya pawang. Ehhh. (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here