Ma’ruf Bakal Lepas Sarung?

Ma'ruf Bakal Lepas Sarung?
Foto : Istimewa
3 minute read

“Sarung bukan sembarang sarung, ini sarung bisa buat buntung jadi untung”.


PinterPolitik.com

Mau tahu gimana caranya partai pengusung pasangan Joimin alias Jokowi-Ma’ruf Amin meraup suara pemilih pemula atau generasi milenial yang jumlahnya mencapai 41 persen di Pilpres 2019 ini?

Sebelum masuk dalam pembahasan, eyke mau nanya nih gengs. Menurut kalian gimana nih caranya Ma’ruf Amin mendapat suara generasi milenial?

Apa perlu gengs tim sukses Joimin mengubah sarung Ma’ruf Amin jadi celana jeans atau tim sukses Joimin menyarankan saja bahan sarung Ma’ruf yang dari kain dirubah jadi bahan jeans? Uppss, bercanda loh gengs wkwkwkwk.

Jadi gini, ada wacana dari kubu Joimin yang akan mengubah penampilan Kiai Ma’ruf menjadi gaya kekinian tanpa harus mengurangi ciri khasnya dalam berpakaian. Kan bener gengs, bahan sarungnya bakalan digani jadi bahan jeans. Weleh-weleh.

Kalau menurut Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani, Insha Allah Ma’ruf juga akan diubah style-nya supaya tampilannya walaupun pakai sarung tetap milenial lah, kan ada juga tuh santri milenial.

Duh gengs, apa enggak takut kualat nih tim suksesnya Joimin pakai ngubah-ubah penampilan sang kiai segala? Memang sampai harus segitunya ya gengs untuk terlihat milenial?

Padahal enggak selalu loh mereka yang menggunakan baju punya rasa malu. Enggak selalu loh mereka yang memegang gadget paham fungsinya, enggak selalu loh mereka yang pegang buku baca bukunya. Hmmm, semudah itukah kita menipu dan tertipu? Weleh-weleh.

Di luar ini semua gengs, bukannya kita harus merasa sedih ya di saat disebut sebagai generasi milenial? Kalau eyke sih sedih banget gengs dibilang generasi milenial, sebab milenial itu identik dengan gambaran kaum yang individualis, hedon, konsumtif dan generasi menunduk alias tunduk sama gadgetnya.

Makanya gengs, eyke selalu aneh dan bertanya, kenapa ya kita kok harus bangga dengan status milenial itu? Hmmm, apa eyke kurang bergaul ya sama PSI, jadi enggak mau deh dibilang milenial? Ahahaha.

Balik ke topik ya gengs, padahal enggak usah deh Ma’ruf Amin segala didandanin jadi kayak generasi milenial alias hedon. Posisinya sebagai Rais Aam PBNU dan Ketua Umum MUI kayaknya juga sudah cukup tuh membawa dampak signifikan meningkatkan elektabilitas Joimin di Pilpres 2019 nanti.

Nih kalau menurut pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, salah satu alasan Jokowi memilih Ma’ruf adalah pertimbangan merebut dukungan massa grassroot NU dan memperbaiki citra politik yang selama ini terkesan negatif terhadapnya. Terutama yang bersentuhan dengan isu sentimen umat Islam dan ulama gengs.

Jadi gimana nih menurut kalian? Mending Ma’ruf berubah tampilan jadi kayak anak milenial yang hedon atau tetap apa adanya aja? (G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here