Ma’ruf Amin Mulai Galak!

Foto : Istimewa
3 minute read

 “Sesungguhnya manusia adalah arus yang tercemar. Seseorang harus menjadi seperti laut, untuk menerima arus tercemar tanpa menjadi kotor.”


 PinterPolitik.com

Gempa dengan kekuatan 7 skala richter di Lombok seakan kalah heboh dibanding dengan pengumuman yang dikeluarkan Jokowi bersama dengan sembilan koalisinya. Bagaimana tidak gengs, prediksi tentang Ma’ruf Amin yang elektabilitas terkecil dalam hitungan banyak ahli dan lembaga survei, langsung terbantahkan setelah konferensi pers kemarin malam.

Memang dengan pengalaman yang segudang jadi alasan Presiden Jokowi‎ menunjuk Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menjadi cawapresnya.

Akan tetapi banyak yang bertanya, mengapa Ma’aruf? Mengapa bukan Cak Imin atau Mahfud MD? Weleh-weleh, bingung kan? Ga usah bingung gengs, namanya juga politik susah ditebak, sama kayak hati gebetan unyu. Wkwkwk.

Tapi tenang gengs, meski sudah berumur Ma’ruf berjanji saat menjadi cawapres nanti, ia mengatakan Indonesia akan memperkuat sistem ekonomi keumatan. Misalnya, Indonesia tidak boleh bergantung pada luar negeri dalam kebutuhan pangan.

Widih, yakin banget nih? Jangan samapai manis di bibir doang nih pak, sama kayak yang sudah-sudah, awalnya keras ujungnya tetot dan bilang: “Maaf rakyat kurang beruntung.” Ahahaha, ampun pak bercanda loh.  

Menurut Rais Aam PBNU ini, Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA) dan harus bisa digunakan dengan sebaiknya dalam bidang ekonomi. Sehingga hal ini yang harus diperhatikan. Jangan lagi ada impor pada kebutuhan pangan, begitu katanya. Sepakat deh pak, eyke ikut terus kalau kayak begini mah.

Izin pak, tapi kalau menurut kabar yang beredar, lahan pertanian banyak yang sudah dimiliki oleh para pengusaha besar dan pengusaha internasional tuh. Katanya sih semua sudah membeli tanah dengan mengatasnamakan perorangan. Mereka membayar rakyat untuk mengamankan hak kepemilikan sertifikat. Nah kalau seperti itu gimana dong pak?

Baca juga :
Titiek-Prabowo Kepentingan Selamanya

Apa yakin rakyat luas masih bisa bercocok tanam tanpa merasa menjadi buruh di tanah yang dulunya milik sendiri? Terus kalau mau berdaulat pangan, apa yakin Vietnam, Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara lainya yang mengekspor pangannya ke kita enggak teriak-teriak? Hmmm, tapi optimis bae lah gengs, lagian juga belum tentu menang kan. Ehehehe.

Kalau menang juga belum tentu terlaksana kan? Mbok poros maritim aja sampai sekarang masih mangkrak. Uppss maaf gengs, ada yang salah ya? Maklum gengs, anak muda kalau ngomong suka asal beda kan sama yang sudah tua, contohnya kayak… Ehehehe.

Hayo gengs, seberapa optimis kalian pasangan Jokowi-Ma’ruf bisa mengawal Indonesia menjadi apa yang kita harapkan? Atau pasangan ini akan… hmmm, sudahlah gengs, tafsirkan sendiri ya. Eyke mah mau nontonin aja, lebih seru kayaknya. Apalagi nontonin debat Pilpres nanti, lucu kali ya? Ahahahay.  (G35)

Facebook Comments