Mana Esemka, Jokowi-Ma’ruf?

mobil esemka
Joko Widodo. (Foto: Metro)
2 minute read

“Kalau kamu bohong, itu hak kamu. Asal jangan aku yang bohong ke kamu.” ~Dilan


PinterPolitik.com

Esemka itu sejenis makhluk halus atau benda apa sih? Kok ya sering terdengar tapi tak terlihat. Eh, tapi kadang-kadang muncul sih penampakannya, tapi setiap mau pemilu aja. Hiya, hiya, hiya

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tentu menjadi kelompok yang paling mencermati kehadiran mobil Esemka ini. Yoeh, mayanlah jadi gorengan nikmat saat kampanye. Apalagi setelah calon wakil presiden nomor urut 02 Ma’ruf Amin menyatakan mobil Esemka siap diluncurkan Oktober 2018.

Eiitt, tapi bulan apa ya sekarang? Oalah, November? Terus di mana mobil Esemkanya? Di Jonggol? Eh yang di Jonggol mah Bapaknya Sony Wakwaw. Wkwkwk.

Welehweleh, gimana sih, udah November tapi tak ada bau-bau knalpot mobil Esemka? Kalau kayak gini pantas aja kubu oposisi mengatakan Ma’ruf Amin sebagai penyebar berita hoaks. Wong yang dikatakan tidak terbukti.

Atau gaes, mungkin aja mobilnya sudah ada, tapi cuma bisa dilihat pakai mata batin. Hiya, hiya, hiya.

Mobil Esemka apa kabar? Sering disebut-sebut, tapi bau knalpotnya saja nggak pernah tercium. Click To Tweet

Anggota Direktur Advokasi dan Hukum Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyebut Jokowi pun tidak pernah mau jujur soal mobil Esemka yang pernah dibanggakan saat Pilpres 2014 lalu.

Waduh… kok bener sih? Pak Jokowi bantu Kiai Ma’ruf dong. Gara-gara janjimu doi jadi dibilang penyebar hoaks loh. Kasian bener…

Sebelas dua belas, Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade juga ikutan sangsi terhadap pernyataan Ma’ruf. Menurutnya, belum menjabat saja sudah nggak menepati janji, apalagi kalau terpilih terpilih menjadi Wakil Presiden? Edededeh, menohok sekali.

Tak rela pasangan calonnya diserang, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Johnny Plate mengatakan peluncuran mobil Esemka yang pernah dirintis Jokowi sebenarnya bisa diluncurkan kapan saja.

Loh, loh, beneran bisa kapan aja? Emangnya bikinnya tinggal bilang ‘bimsalabim’ jadi? Ckckck..

Tuh, omongan yang kemarin-kemarin aja belum terbukti, eh malah ditambah dengan bualan baru.

Pak Johnny kan pernah bilang, masyarakat harunya bisa mendukung terwujudnya mobil Esemka ini untuk menjadi mobil Esemka. Nah, rakyat sih senang-senang saja kalau ada mobil nasional dengan kualitas bersaing, yang tentu harganya lebih murah. Tapi manaaaa?

Melihat politisi-politisi ini sibuk membual, ku jadi teringat dengan perkataan seorang penulis, Jodhi P. Giriarso. Berbohong itu seperti candu. Sekali melakukan akan terus dilakukan. Bohong juga seperti kentut. Mudah dilakukan tapi susah ditutupi. (E36)