Mahfud-Yenny Saling Berbagi Hati

Mahfud-Yenny Saling Berbagi Hati
Foto : Istimewa
2 minute read

“Jangan kau bangunkan perempuan yang sedang dilanda cinta. Biarkan dia larut dalam mimpi manis, agar tak menangis saat menghadapi fakta yang ternyata pahit.”


PinterPolitik.com

Melalui putri kedua Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – atau melalui Hary Tanoesoedibjo – Jokowi berhasil meraih suara keluarga besar Gus Dur? Loh kok Hary? Wkwkwk.

Yoi cuy Harry Tanoe, masa kalian enggak tahu sih kisah tentang persahabatan Hary dengan Gus Dur? Mungkin aja kan Hary yang “katanya” saat ini sedang tersandera oleh kubu Jokowi, jadi dipaksa melobi Yenny Wahid untuk memberi dukungannya kepada Jokowi. Hehehe. Itu bukan saya loh yang bilang, tetapi isu dari rumput-rumput yang bergoyang hehehe.

Tapi gengs, kalau untuk saat ini, bahas yang beginian sudah tidak penting lagi deh dari mana dukungan itu berasal. Yang terpenting kan kemarin Yenny sudah mantap tuh dukung Jokowi dua periode. Tul apa betul?

Nah terlepas dari itu semua, Mahfud yang diketahui sebagai kader Gus Dur serta dekat dengan keluarga Presiden ke-4 RI tersebut, menyatakan tidak akan memaksa orang khususnya penggemar Gus Dur untuk memilih salah satu capres. Weleh-weleh.

Bagi Mahfud keputusan tersebut satu frekuensi dengan sinyal yang dikeluarkan Yenny saat deklarasi dukungan kepada Jokowi. Untuk ke depan Yenny dipastikan akan melakukan kampanye Pilpres yang nyaman dan tidak akan mendorong orang untuk memilih capres tertentu sebab itu akan menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan masyarakat. Du aduh...

Jika Yenny dan Mahfud serius bersikap seperti itu, jadi ketahuan dong ternyata mereka setengah hati dukung Jokowi dua periode. Kok bisa? Click To Tweet

Ya bisa lah cuy. Kalau enggak setengah hati, pasti enggak ngomong gitu. Mungkin Yenny dan Mahfud bakal ngomongnya seperti ini:

Baca juga :
"Dendam" Thomas dan Unicorn Singapura?

“Jokowi presiden kita, tidak ada alasan bagi Gusdurian memilih Prabowo-Sandi. Bila sampai Prabowo-Sandi berhasil kalahkan Jokowi, apa kalian tidak takut negeri ini jadi negeri kampret?” Kurang lebih seperti itu lah candaanya cuy. Wkwkwk.

Btw gimana nih menurut kalian, adakah sanggahan untuk gambaran di atas? Atau mungkin memang seperti itulah gaya Yenny dan Mahfud saat melakukan manuver politik di Indonesia yang unik ini?

Mereka bilang di depan tidak akan maksa, tetapi nyatanya di belakang mereka ngambek kalau sampai basis enggak mau ngekor dukung Jokowi. Wkwkwk. (G35)