Mahfud Cawapres, Koruptor Keringetan

Foto : Istimewa
3 minute read

“Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi.” ~ Tan Malaka


PinterPolitik.com

Korupsi masih menjadi “hobi” bagi bangsa Indonesia. Perilaku tikus-tikus berdasi dan berpeci itu disebut sebagai salah satu penghambat kemajuan negeri ini dan faktor terkuat pembuat kesengsaraan rakyat. Bener apa bener gengs?

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sepakat jika musuh terbesar Indonesia di masa sekarang adalah para koruptor. Dari sekian banyak permasalahan di negeri ini disebutnya yang paling mendasar adalah korupsi.

Tapi gengs, eyke enggak yakin deh kalau Mahfud bilang musuhnya hanya koruptor. Kayaknya Prabowo Subianto dan koalisinya juga termasuk musuh dia deh. Kan Mahfud termasuk dalam daftar cawapres untuk Jokowi yang sedang ramai diberitakan berbagai pemberitaan nasional. Ahahaha, betul apa betul gengs?

Jadi gini gengs, ini serius ya, kata Mahfud Indonesia itu tantangannya adalah korupsi. Pernyataan itu dikeluarkan Mahfud karena ia percaya dengan statement Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2012 silam.

Kala itu komisi antirasuah itu mengundang ahli ekonomi dari Amerika Serikat untuk menghitung kekayaan Indonesia jika tidak ada korupsi. Weleh-weleh, jadi kepo kan?

Kabarnya gengs hasil hitungannya mengejutkan loh. Kalau korupsi di pertambangan Indonesia saja bisa dihapus dan pertambangan bisa dikelola profesional, maka setiap orang di Indonesia per kepala setiap bulan bisa dapat Rp 20 juta secara gratis. Anjay, tiba-tiba ucing ala ue dengarnya.

Nah, selain pertambangan, sektor pajak Indonesia juga harus menjadi perhatian. Sebab dengan segala potensinya, apabila dikelola dengan baik dan terhindar dari mafia berdasi, maka penerimaan pajak disebut bisa menutup seluruh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tanpa meminjam dana dari pihak luar. Weleh-weleh mau nangis tapi enggak bisa.

Baca juga :
Dinasti Jokowi, Siapa Untung?

Nah-nah, satu lagi nih. Menurut Mahfud figur-figur yang betul-betul menegakkan hukum seadil-adilnya untuk memberantas korupsi di Indonesia sangat sulit dicari. Sebab kebanyakan mereka yang berteriak melawan korupsi, mereka juga yang menjadi koruptornya.

Uppss, jadi pak Mahfud meragukan Jokowi dong sebagai pemimpin yang bersih dari korupsi. Atau gimana nih pak? Duh… Masa enggak sekalian promoin Jokowi sih pak? Kalau gitu nanti Jokowi ngambek loh! Ahahaha, bisa gagal jadi cawapres deh.

Yang lucu nih gangs, kata Mahfud, sekarang itu di Indonesia tikusnya lebih besar dari kucingnya, makanya kucing nggak berani sama tikus. Wkwkwkw, cekikik gengs.

Pantesan aja ya zaman sekarang kucing sukanya makanin cebong sama kampret, mbok kucingnya takut sama tikus. Ahahaha.

Jadi gimana nih gengs? Kalian sudah komitmen belum untuk berantas korupsi sampai ke akar? Inget ya, korupsi itu tidak melulu dari uang loh. Nih contohnya seperti apa yang diungkapkan Arswendo Atmowiloto:

“Istilah korupsi, suap, pembobolan, mark up, catut, artinya sama. Tidak jujur. Artinya sama, tidak menuju ke keadilan sosial. Artinya, merampas nyawa kehidupan lain.” (G35)