Loyalitas Romantis Surya Paloh

Loyalitas Romantis Surya Paloh
Istimewa
2 minute read

“Calon presiden kita cuma satu, tidak ada keraguan, mantap hati, memohon doa, ya Allah bukakan lah hati mayarakat dan rakyat agar kembali tempatkan pilihannya kepada capres kami, Presiden Jokowi.” ~ Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.


PinterPolitik.com

Karena cinta tidak mesti memiliki. Uuuu so sweet-nya, begitulah kata yang pas untuk loyalitas Surya Paloh akan dukungannya terhadap Jokowi. Mendukung tanpa berharap mendapatkan posisi Cawapres. Wow, serius tuh gak tergiur? Padahal semua parpol sedang berlomba-lomba mendapatkan posisi itu. Ini kok malah gak mau ya.

Surya Paloh kan mantan politisi senior Golkar. Pasti udah berpengalaman dalam melakukan negosiasi politik. Ya semacam komunikasi tingkat dewa gitu. Jadi meski mau, ya ga mesti nunjukin kalau mau, cukup stay cool aja. Toh, Presiden tau persis seberapa besar kontribusi Surya pada Pemerintahan Jokowi saat ini.

Caba aja bayangin, Jokowi tanpa punya media massa pendukung di belakangnya. Apa dia masih bisa survive dari berbagai terpaan kritik pedas partai oposisi? Beuh, berat banget itu. Karena Surya sadar akan hal itu, maka Jokowi perlu sebuah media partner dalam mempromosikan segala prestasi pemerintah. Tanpa dirinya, apalah Jokowi, begitu lah kira-kira.

Jadi apa artinya Jokowi udah tersandera dengan Surya? Bisa jadi gitu. Presiden kita yang satu ini kan memang masuk kategori Media Darling. Sudah pasti partai politik yang memiliki afiliasi dengan media massa akan berlomba-lomba lomba mendekati. Kan lumayan kecipratan citra positif dari pemerintah, syukur-syukur kecipratan dananya juga hahaha.


Diantara ketua umum partai pendukung Jokowi, sejauh ini memang Surya yang keliatan memiliki hubungan paling romantis. Emangnya Muhaimin Iskandar dari PKB itu, yang hobi membelot di tengah jalan. Ah ga level lah ya, kalau loyalitas Surya disamain sama dia. Sama seperti slogan unggulan Partai Nasdem yang sering didengungkan itu tuh, Politik Tanpa Mahar.

Baca juga :
Rizieq Jadi ‘Komentator’ Jarak Jauh

Lalu apa yang sebenarnya yang dia cari dalam mendukung Jokowi, kalau bukan untuk posisi Cawapres? Tunggu dulu. Ga semua politisi itu punya ambisi yang sama kok. Sebagai Ketua Umum Partai, ya tentu aja dia punya hasrat tersendiri. Lalu apa hasratnya? Gak muluk-muluk kok, dia menargetkan Nasdem menjadi partai tiga besar dalam Pilkada nanti.

Dikenang menjadi ketua umum partai terbaik di negeri ini, itulah cita-citanya. Diplomatis sekali ya, kayak di film-film gitu, romantis penuh drama. Tapi kalau sampai Jokowi menganggap loyalitas Surya ini begitu adanya tanpa pengharapan lain, artinya dia gak peka. Udah didukung penuh tapi gak dapat apa-apa. Widih, Jokowi, apa yang kamu lakukan pada Surya itu jahat. (K16)