Kubu Jokowi-Ma’ruf Takabur?

Kubu Jokowi Ma’ruf Takabur
Joko Widodo dan Maruf Amin (Foto: BeritaHati.com)
2 minute read

“Pesimistik tidak lebih daripada sikap takabur mendahului nasib. ~Andrea Hirata


PinterPolitik.com

Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto, sepertinya tengah merasa berada di atas angin. Pasalnya, doi optimis banget bakal dapat dukungan dari para warga Nahdlatul Ulama (NU). Ehh, atau malah sedang kebakaran jenggot melihat pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)? Bisa jadi, soalnya orang kalau lagi gundah terkadang suka jadi takabur, ya demi menyemangati diri gitu. Hehehe.

Hmm, bisa juga Hasto memang sudah kepalang pede, lha wong para tokoh penting NU ada di dalam kawanannya kok. Apalagi Rais Aam-nya, KH Ma’ruf Amin yang menjadi cawapres petahana Joko Widodo (Jokowi). Tapi nggak tahu juga deh kalau Ma’ruf Amin sudah tidak menjadi Rais Aam. Mau dibawa ke mana suara NU? Ya, bisa ke mana-mana, wong warga NU itu bebas.

Kalau menurut putri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, suara NU nggak pernah utuh mendukung salah satu calon tertentu, jadi belum pasti juga loh NU dukung Jokowi-Ma’ruf.

Ngomong-ngomong inget nggak saat Ketua Umum Tanfidziyah PBNU Hasyim Muzadi menjadi cawapres Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Pilpres 2004? Gimana coba perolehan suaranya? Siapa hayo yang menang? Ouchh, perih ya kalau diinget-inget…

Gimana? Gimana? Masih mau takabur? Inget loh, seringkali manusia yang sombong dan takabur dalam perkataan terjatuh dalam perihal yang ia sampaikan. Amit-amit kan ya?

Dari pada mengatakan hal kurang penting soal ramalan dukungan massa NU, ada baiknya kubu Jokowi mencemaskan soal elektabilitas para tokoh PBNU setelah adanya pernyataan Mahfud MD soal penyebab gagalnya doi menjadi cawapres Jokowi. Ngeri loh kalau sampai pada terpengaruh. Boro-boro dapet suara banyak, yang ada jadi sebel. Wkwkwkwk.

Pengamat politik Adi Prayitno memprediksi, sebagian warga NU (Nahdlatul Ulama) bisa jadi terpengaruh dengan testimoni Mahfud, terutama kalangan warga NU kultural yang masih memegang filosofi lama, tahu nggak apa? Yaitu, jangan pernah memberikan jabatan politik pada orang yang terlampau menginginkannya. Karena dikhawatirkan akan berakibat kurang baik. (E36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here