Ksatria Bergitar Mencari Keadilan

Ksatria Bergitar Mencari Keadilan
2 minute read

Gara-gara enggak lolos verifikasi di KPU, Ketua Umum Partai Idaman mengancam akan membawa KPU ke PTUN. Wow, sang Ksatria Bergitar berang?


PinterPolitik.com

“Hayo (hayo) bersatu-padu, hayo (hayo) dan seirama, hayo (hayo) rapatkan barisan.” ~ Bersatulah, Rhoma Irama

Niat awalnya, Rhoma Irama mendirikan Partai Islam Damai Aman (Idaman), adalah untuk menyebarkan kasih sayang dan persatuan, baik antara sesama umat Islam maupun umat dari agama lainnya. Tapi sayangnya, niat suci ini malah dihalang-halangi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Padahal partai yang dibangun sendiri oleh Raja Dangdut ini, baru mau memulai kiprahnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun depan. Tapi gara-gara enggak lolos tes verifikasi faktual, debut politik sang legenda dikancah pertarungan kekuasaan pun terpaksa loyo sebelum bertanding.

Namun bukan Bang Haji Oma namanya, kalau mau menerima suratan takdir untuk kalah dan menyerah. Baginya, kegagalan bukanlah sebuah akhir dari perjuangan. Kegagalan di KPU, bukanlah akhir dari upayanya. Karena masih ada Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu. Kalau masih kalah juga, kan ada Pengadilan Tata Usaha Negara.

Kalau nanti di Pengadilan kalah juga? Ya lihat nanti saja. Kali aja ada lembaga lain yang bisa disalah-salahin lagi. Pokoknya, bertarung sampai darah penghabisan! Itulah moto dirinya, karena ia tentu saja sang Ksatria Bergitar yang pantang tumbang sebelum menang. Partai Idaman ibarat kuda bagi sang Ksatria yang belum bisa lari, tapi sudah dikerangkeng duluan.

Padahal, apalah arti seorang pangeran bila tak ada kuda yang ditungganginya? Jadi dihadapan para anggotanya yang makin hari, dikabarkan makin sedikit ini, sang Ksatria pun memberikan harapan pasti. Partai Idaman tak akan berhenti sampai KPU meloloskan mereka dari verifikasi. Apalagi, katanya, sang Ksatria pejuang keadilan ini sudah lihat dengan matanya sendiri, kalau KPU mencurangi mereka.

Baca juga :
Ekonomi Global, Tumbal Sri Mulyani?

Sebagai tokoh pujaan, tentu ia tidak terima bila ada partai yang juga baru lahir seperti mereka, bisa lolos verifikasi. Padahal bisa jadi partai-partai itu enggak lengkap juga seperti partai mereka. Waduh, kalau benar begitu, berani amat ya KPU mencurangi Ksatria yang kemana-mana bawa gitar ini. Apa enggak takut dipentung sama gitarnya? Atau jangan-jangan, bagi KPU, gitar sang Ksatria enggak ada gunanya? (R24)