Koalisi Jokowi Maruk dan Merajuk?

Koalisi Jokowi Maruk dan Merajuk
Joko Widodo (Foto: Youthmanual.com)
3 minute read

“Jadi menteri itu enaknya cuma tiga. Pertama, kalau ada acara nikahan atau apa saja, enggak ikut ngantre. Kedua, kalau ke mana saja, parkirnya di depan. Ketiga, bisa telepon langsung Presiden. Selebihnya kerja keras, rek”. – Ignasius Jonan, Menteri ESDM


Pinterpolitik.com

Siap Presiden! Hehe. Mau laporan nih Pakde Jokowi. Saat ini sudah banyak parpol anggota koalisi yang merajuk minta posisi menteri. Terbaru ini ada Golkar dan PPP yang meraung manja minta jatah. Bapak juga sih yang memicu ini semua karena membuat pernyataan terkait Bahlil Lahadalia, Ketua Umum HIPMI, yang Bapak bilang cocok jadi menteri. Parpol kan jadi jealous gimana gitu Pak.

Kata-kata yang Bapak pilih juga buat geer tuh. Masa bilang ke Bahlil kalau terpilih jadi menteri jangan kaget. Asal jangan PHP saja ya. PHP itu berat Pak, biar Mahfud MD saja yang kuat. Uppps.

Kembali ke konteks terhangat guys, Partai Golkar ternyata dengan cepat menanggapi pernyataan Presiden itu dengan rapat pleno di internal mereka. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan bahwa hasil rapat itu mengusulkan lima kadernya untuk mengisi posisi menteri.

Doi menilai permintaan ini wajar karena partai dengan simbol beringin ini merupakan pemenang kedua di kubu koalisi dalam Pileg dengan perolehan suara 12,31 persen. Ya enggak apa-apa mengusulkan lima, asal jangan ada yang terlibat korupsi lagi seperti kader-kadernya di DPR dan mantan menteri itu, eh.

Parpol rebutan kursi kabinet? Click To Tweet

Sementara itu, PDIP yang merupakan partai dengan perolehan suara terbanyak (19,33 persen) enggan membicarakan tentang bagi-bagi jatah menteri ini. Aneh enggak sih? Soalnya kan mereka yang menang? Atau jangan-jangan ada orang dalam jadi nggak perlu khawatir soal posisi menteri? Upss.

PPP tidak mau ketinggalan menanggapi riuh tersebut. Parpol ini ingin jumlah menterinya bertambah dari sebelumnya yang hanya berjumlah satu posisi  di Kementerian Agama. Lah dulu kan dapat posisi karena perolehan suara PPP sebesar 6,53 persen, sekarang kan hanya 4,52 persen. Kalau secara hitungan kasar dari perolehan suara nih ye, jumlah menteri PPP seharusnya nol koma juga hehe.

Namun dari semua yang paling jawara adalah PKB yang mengusulkan sebanyak 20 nama kandidat. Target Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sih sekitar 10 menteri dapat menjabat di kabinet. Cak Imin memang jos, pasti jawara silat. Tapi pelajaran matematikanya jangan bilang ngulang kelas nih hehe. Lha kalau PKB yang perolehan suaranya 9,69 persen menterinya dapat 10, lalu PDIP yang suaranya dua kali lipat jumlah menterinya harus 20 gitu ya?

Baca juga :
Izin FPI Tunggu Sidang MK?

Pakde Jokow, ini memang bukan soal hitung-hitungan matematis. Pasti Pakde yang lebih tahu soal menteri, meski sering salah pilih, huft. Agar adil sih Pakde, kasih setiap Parpol koalisi 5 kursi. Nah, kebetulan di IKEA sedang diskon gede-gedean tuh Pak, gratis ongkir pula hehe. Lumayan, biar bisa tidur nyenyak dan nggak pusing mikirin Cak Imin yang minta-minta mulu. Padahal udah dapat posisi wakil presiden. Uppps. (R47)

Facebook Comments