Kisah Sandi Jadi Pendukung Jokowi

sandiaga uno dukung jokowi
Sandiaga Uno saat hendak bersalaman dengan Joko Widodo. (Foto: Liputan6.com)
2 minute read

“Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.” ~Mohammad Hatta


PinterPolitik.com

Aduh, aduh, baru-baru ini Presiden Joko Widodo ada nyindir-nyindir seseorang. AduhNggak kuat ahhh, nyinyirannya makin ngalahin Nikita Mirzani, aduh… Wkwkwkwk…

Kiranya Jokowi amat sadar bahwa, sebagai pemimpin sudah selumrahnya menjadi bahan nyinyiran banyak orang, tapi tak ada salahnya untuk membalas nyinyiran. Karena elektabilitas harga mati.

Selama masa kampanye, Kubu Jokowi paling sering digoreng dengan isu-isu harga pangan. Mungkin sudah saking panasnya kuping doi, akhirnya keluarlah berbagai kata-kata nyelekit.

Dalam politik saling serang kritikan sudah lumrah. Tak pandang kawan atau lawan. Click To Tweet

Beberapa waktu lalu Jokowi bilang, ada orang super kaya datang ke pasar, enggak beli apa-apa, kemudian keluar pasar dan bilang harga mahal. Nah loh, ngomongin siapa tuh? Aduh, pedesnya ngalahin cabe rawit abang-abang gorengan. Eurgghh…

Mendengar celotehan tersebut, Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyambutnya dengan cerita nostalgia. Sandiaga mengaku pernah dikriminalisasi lantaran mendukung Jokowi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 silam. Saat itu, Sandiaga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Menurut keterangan Sandi, APPSI mendukung Jokowi saat itu karena dinilai memiliki program yang serius dalam memajukan dan menyejahterakan pedagang pasar. Program Jokowi kala itu juga dipandang serius menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok yang terjangkau.

Karena itu, Sandi nggak mau berprasangka buruk atas pernyataan Jokowi tersebut. Huznuzan saja. Mungkin yang dimaksud bukan dirinya. Tapi kalau memang ditujukan kepada Sandi, yang bilang harga-harga di pasar naik dan nggak stabil bukan dirinya, tapi pedagang dan pembeli sendiri.

Menurut Sandi, dirinya memang tak pernah berbelanja di pasar, kegiatannya di pasar hanya untuk memantau stabilitas harga pangan. Belanja ke pasar itu tugas orang rumah. Sandi menilai, kalau doi belanja di pasar itu namanya pencitraan.

Waduh, waduh, berarti itu yang belanja-belanja sampe beli tempe bejibun pencitraan dong? Duh, katanya nggak sensi tapi nyentil juga. Hohoho.

Tapi ya gaes, kalian suka kepikiran nggak sih, kenapa kalau Sandiaga yang ke pasar harga bahan pokok naik, sedangkan giliran presiden yang blusukan harganya stabil? Wahh, konspirasi siapa nih? Bikin rakyat bingung saja. Terlalu… (E36)