Kenyamanan Tanah Abang ala Anies

(Foto MerahPutih)
3 minute read

Aturan nomor satu bagi masyarakat yang benar-benar beradab adalah membiarkan manusia berbeda-beda.” ~David Grayson


PinterPolitik.com

Presiden Joko Widodo ini beberapa kali terlihat mengajak beberapa tamu kenegaraannya jalan-jalan ke pasar. Waktu itu pernah ngajak Presiden Korea Selatan Moon Jae In ke Mal BTM, terus pernah juga ngajak Bos IMF Christine Lagarde ke pasar Tanah Abang. Seru ya. Terus ngajak akunya kapaaannnn? Eh iya, aku mah apa atuh… Hiks…

Memang ya, ngajak jalan-jalan tamu penting ke pusat perbelanjaan ala-ala Indonesia itu suatu hal yang menarik kalau menurutku. Pemberitaannya juga jadi macam acara-acara reality show gitu. Hehehe.

Terus, ngomong-ngomong soal pusat perbelanjaan, beberapa waktu lalu Ketua DPRD DKI sempat berkelakar pedas nih gaes. Konon, menurutnya sekarang Pasar Tanah Abang jadi lebih kumuh. Terus gara-gara itu pula, ia menyebutkan, Jokowi jadi enggan mengajak tamunya berkunjung.

Weleh-weleh, malu ya? Gimana dong ya, emang kebiasaannya orang kita sukanya belanja di pinggir jalan, di trotoar, yang geser dikit mobil, nengok dikit nyenggol spion motor, terus  juga yang udaranya mengandung asap-asap gitu. Lebih nikmat kayaknya dari pada belanja di gedung yang pakai AC. Makannya ada banyak pedagang yang lebih suka jualan di pinggir jalan. Soalnya kalau di gedung takut nggak ada pembeli. Aneh tapi nyata memang…

Tanah Abang kenapa selalu kumuh sih? Apa perlu bangunannya digusur terus diganti jalan raya? Kayaknya pedagangnya nggak butuh gedung perbelanjaan. Ehhh~ Click To Tweet

Tapi nih gaes, mendengar ktirikan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan malah menyebut ketua DPRD terlalu banyak kunjungan kerja hingga lupa kondisi Jakarta. Dengan kata lain, Anies membantah kalau Tanah Abang sekarang makin kumuh.

Hmm, kalau kata pedagang-pedagang di Tanah Abang ya, konon di pemerintahan Anies, mereka merasa lebih nyaman. Berjualan di pinggir jalan jadi lebih asoy. Nggak kayak di zaman sebelumya, razia asal razia, barang dagangan diambilin, pedagang akhirnya rugi. Apa karena kenyamanan super tersebut akhirnya banyak pedagang yang akhirnya memutuskan kembali berjualan di trotoar? Ckckck.

Kalau begini faktanya, gimana ini Pak Anies. Kok para pedagang pada keenakan? Malah waktu itu pernah lihat di tv, mereka itu punya warung portable loh, yang bisa dibongkar pasang. Kalau ada razia bisa diumpetin. Terus beberapa hari kemudian bisa jualan lagi. Cemana?

Pak Anies ini, dari pada sibuk menanyakan perihal enggannya Jokowi membawa tamu ke Tanah Abang, mending mikirin gimana caranya menertibkan pedagang dengan setegas-tegasnya, tapi juga tidak merugikan. Apa menurut Anies, kondisi Tanah Abang yang sedemikian ruwet itu adalah sebuah kenyamanan? (E36)