Kasus Nuril, Jokowi Kurang Cerdas?

kasus hukum baiq nuril
Baiq Nuril. (Foto: Tribunnews)
3 minute read

“Dan hanya semangat kebangsaan, yang dipikul oleh perasaan keadilan dan kemanusiaan. Yang dapat mengantar kita maju dalam sejarah dunia.” ~ Sutan Sjahrir


PinterPolitik.com

Kasus hukum yang dialami Baiq Nuril makin membuktikan betapa hukum di negeri ini tumpul ke atas tajam ke bawah. Bagaimana bisa, seorang korban pelecahan diancam hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta? Haduh, haduh, logikanya penegak hukum pada ke mana itu ya? Masa korban yang dihukum pidana? Zzzz…

Tapi untung deh, meski ada banyak penegak hukum yang punya otak, masih banyak orang yang peduli dengan nasib Nuril. Bahkan mereka pada berlomba-lomba mengulurkan tangan bentuk simpati. Aihh, ku terharu…

Presiden Joko Widodo, sebagai petahana tentu tak ingin ketinggalan tampil sebagai pahlawan untuk membebaskan Nuril dari ketidakadilan dong? Ya, rakyat sudah ramai, masa presiden diam saja. Doi sempat menyarankan Nuril menyampaikan permohonan grasi agar ia bisa ikut campur. Tak disangka, bukannya sambutan meriah, saran tersebut malah jadi bahan gorengan yang maknyus untuk lawan politiknya.

Ya, Jokowi dipandang salah kaprah soal grasi. Emang grasi itu apa sih? Grasi adalah hak presiden untuk memberikan pengurangan hukuman. Sakti? Memang. Tapi sayangnya nggak cukup sakti untuk membantu Nuril.

Ya, kesaktian yang dimiliki presiden ini hanya mempan untuk mereka yang diancam hukuman 2 tahun atau lebih. Sedangkan nuril dihukum dengan 6 bulan penjara. Ya, nggak nyambung dong Bos?

Nah, sekarang yang jadi pergunjingan, masa gitu aja presiden nggak paham? Nggak cerdas amat. Payah banget. Terus, soal niat baik Jokowi untuk membebaskan Nuril gimana? Terlupakan gaes. Ckckck.

Katanya wanita selalu benar. Tapi tidak di dalam hukum Indonesia. Click To Tweet

Kubu Jokowi berpandangan, wajar aja kalau Jokowi salah, wong doi bukan orang hukum. Malah kalau kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, Prabowo dan Sandi kalau ditanya soal grasi juga pasti tidak tahu.

Nice! Zaman sekarang kalau pemimpin salah, cari pembenarannya mesti banget dengan mengkambinghitamkan orang lain ya? Nggak gitu Ferguso! Masalahnya Pakde Jokowi itu kan presiden. Masa nggak ada makhluk di sekitarnya yang bisa menjelaskan tentang bantuan hukum apa yang bisa dilakukan seorang presiden untuk rakyatnya? Lah, doi emang nggak punya penasihat? Atau penasihatnya nih yang sibuk main PUBG jadi lupa ngasih masukan. Edededehh…

Tapi nggak apa-apa gaes, Presiden kita juga manusia. Wajarlah kalau sering khilaf. Ehhh…. Hehehe.

Kalau Kata Arya, Presiden itu nggak melulu harus memperhatikan hal yang kaku di bidang hukum. Tugas utama seorang presiden itu membahas hal yang lebih strategis dan substansial untuk bangsa dan negara. Dan kita juga harus mengapresiasi, meski salah, Jokowi sudah punya niat yang baik untuk menegakkan keadilan. (E36)