Karhutla, Jokowi Yakin Pindah ke Kalimantan?

Karhutla, Jokowi Yakin Pindah ke Kalimantan?
Kota Palangkaraya diselimuti kabut asap (Foto: Kompas)
3 minute read

“Orang yang optimis dan pesimis itu, sama-sama berguna di dunia ini. Orang optimislah yang membuat pesawat terbang. Orang pesimis yang bikin pelampungnya.” – Karni Ilyas, Presiden ILC


PinterPolitik.com

Wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan masih terus menjadi kontroversi di masyarakat. Banyak yang anggap ini cuma kabar burung, tapi banyak juga loh yang bilang kalau wacana ini serius. Yang jelas Presiden Jokowi udah ngomong secara terbuka saat hadir di Sidang Bersama DPR-DPD beberapa hari lalu.

Kamu tau nggak sih, ternyata salah satu alasan kenapa Kalimantan dipilih menjadi calon ibu kota yang ideal bagi Indonesia adalah karena pulau itu memiliki peluang yang kecil untuk terkena bencana alam. Ini katanya loh ya.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Eko Yulianto juga mengkonfirmasi bahwa secara geologi, Kalimantan itu merupakan pulau yang aman dari gempa dan tsunami.

Lha, emangnya yang masuk katagori bencana alam itu cuma gempa dan tsunami aja nih?


Penulis C. S. Lewis pernah bilang, jangan berikan hatimu ke siapa pun kalau kamu nggak mau hatimu terluka atau rusak, justru kamu harus simpan hatimu rapat-rapat di dalam sebuah kotak supaya nggak rusak. Eaa eaa. Upppss.

Mirip kayak kutipannya C. S. Lewis, kalau pemerintah Indonesia nggak mau punya ibu kota yang berisiko kena bencana alam, seharusnya simpan aja konsep ibu kota itu di dalam imajinasi masing-masing. Udah deh, beres kan semuanya? Hehehe.

Soalnya meskipun Kalimantan itu minim gempa, tapi jangan lupa juga dong kalau pulau itu juga rawan terkena banjir dan kebakaran hutan. Eh, kebakaran hutan tuh masuk kategori bencana alam juga nggak ya? Hehehe.

Malahan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Kalimantan itu lebih sering terjadi ya daripada gempa di DKI Jakarta kan.

Jakarta yang beberapa bulan terakhir dapat gelar sebagai ibu kota paling berpolusi aja udah jadi sorotan di media internasional. Gimana kalau ibu kotanya dipindah ke Kalimantan? Dikit-dikit harus beli masker, dikit-dikit beli oksigen.

Terus coba deh kalian pikir, negara mana yang sistem pemerintahannya susah diakses karena bandaranya terpaksa ditutup karena asap kebakaran hutan? Aing sih nggak bisa bayangin ya.

Lagi pula, aing setuju juga nih sama pemikirannya Rocky Gerung yang bilang kalau kekurangan oksigen bisa bikin kecerdasan presiden berkurang. Upppss.

Kalau presidennya kekurangan oksigen, gimana bisa mikir jernih untuk bawa Indonesia menjadi negara maju yak? Eh, itu kata Rocky Gerung loh ya. Hehehe.

Ya udahlah. Wacana pemindahan ibu kota ini nggak usah terlalu dipusingkan sekarang. Kan nggak lucu kalau udah pusing-pusing mikirin, ternyata ujung-ujungnya wacana ibu kota senasib sama mobil Esemka lagi. Itu loh mobil rakitan anak-anak bangsa yang nggak tahu deh gimana nasibnya sekarang. Upss. (R50)

Mau tulisanmu terbit di rubrik Ruang Publik kami? Klik di http://bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Facebook Comments

Baca juga :
Rombak Direksi, Rini Membangkang Jokowi?