PKS: Mari Kampanye Negatif!

kampanye hitam pks
Fahri Hamzah dan Sohibul Iman. (Foto: Tribunenews.com)
2 minute read

“Kekuatan tidak datang dari kemampuan fisikal, tetapi ianya datang dari semangat yang tidak pernah mengalah.” ~Mahatma Gandhi


PinterPolitik.com

Kampanye tidak memilih cara positif ataupun negatif. Sama saja dengan listrik, kita perlu mengalirkan arus listrik dari kutub positif menuju kutub negatif, sehingga cahaya bisa tercipta, suara bisa terdengar, dan seterusnya. Tanpa adanya kutub positif dan negatif, listrik hanyalah sebuah keniscayaan.

Nampaknya, hal tersebut juga menjadi hal yang juga diyakini oleh Presiden PKS Sohibul Iman. Yoeh, doi mempersilahkan kader-kadernya untuk melakukan kampanye, baik dalam rupa yang postif maupun negatif demi memenangkan kontestasi Pemilu 2019.

Menurutnya, PKS harus melakukan setidaknya 80 persen kampanye positif, dan sisanya masuk ke kampanye negatif.

Nah lohh… kampanye negatif yang dimaksud adalah kampanye yang menyerang kelemahan lawan. Namun tetap dengan fakta yang mendasar. Jangan asal bunyi. Kalau begitu namanya kampanye hitam.


Hooo, begitu. Saya kira kampanye hitam itu yang pakai jasa-jasa para makhluk halus. Ehh, itu ilmu hitam ya? Wkwkwk.

Sohibul Iman mengajak PKS untuk kampanye positif maupun negatif. Biar apa? Biar menang dong. Hehehe Click To Tweet

Sohibul mewanti-wanti para kader PKS untuk menjauhi kampanye hitam. Apalagi sampai melakukan fitnah dan juga menyebarkan berita bohong alias hoaks.

Hmm, ini maksudnya nyindir kubu Bapak sendiri ya? Kemarin yang ikut kemakan hoaks dan menyebar-nyebarkan berita hoaks siapa hayooo? Yang soal Ratna sarumpaet itu? Uwuwuwuw

Ya, peristiwa pembodohan kemarin itu cukup menjadi pelajaran agar senantiasa berhati-hati dalam menggoreng sebuah isu. Apalagi kalau sampai mau bikin isu, beuhhh, jangan jahat-jahat amatlah. Yang tergoreng bukan hanya lawan politik loh, tapi juga masyarakat. Ya nggak? Hehehe.

Sohibul juga meminta para kadernya untuk aktif turun ke bawah atau masyarakat. Tapi nggak perlu sampai pakai politik uang. Selain nggak boleh, politik uang tuh pemborosan, soalnya biasanya cuma mampu mempengaruhi 10 persen masyarakat kita.

Daripada itu, Sohibol lebih ingin meningkatkan komitmen nilai dan kepastian hukum. Kalau sudah begitu, Sohibul yakin rakyat bisa jadi jatuh cinta.

Ahh, kalau aku mah simpel, asal kamu sayang aku, insyaallah aku juga sayang kamu. Hehehe. (E36)