Kampanye Bias, Jokowi vs Sandi

Kampanye Bias, Jokowi vs Sandi
Foto : Istimewa
2 minute read

“Kita mungkin harus serius mencari tahu. Ada apa sebenarnya dengan masalah hati manusia? Kenapa cinta bisa menjadi bias? Antara penjajahan, pengabdian, atau penghambaan?”


PinterPolitik.com

Siapa sih gengs yang peduli sama KPU dan Bawaslu? Partai politik, masyarakat, simpatisan partai atau simpatisan calon legislatif? Ayo gengs, siapa yang peduli sama dua lembaga ini? Weleh-weleh.

Masalah ribut-ribut di KPU dan Bawaslu soal kasus pencalonan anggota legislatif yang berstatus mantan koruptor aja enggak selesai-selesai sampai sekarang. Gimana kedua lembaga ini mau dapat simpati dari masyarakat ya. Hmmm, jadi enggak salah dong gengs kalau eyke nanya begitu? Hehehe.

Di luar itu gengs, coba deh lihat koalisi partai pengusung Prabowo-Sandi yang katanya tidak akan menarik kepala daerah untuk masuk dalam tim kampanye di tahun 2019. Mereka menegaskan memiliki hal yang berbeda dengan tim kampanye kubu Jokowi-Ma’ruf.

Sandi misalnya mengatakan, pihaknya tidak akan menggaet kepala daerah sebagai anggota tim kampanye karena sepemahaman dia, hal itu dilarang dalam peraturan KPU. Hmmm, masa sih?

Katanya sih gengs, alasan tidak melibatkan kepala daerah karena melihat Peraturan KPU Nomor 23/2018 pasal 63 ayat 1 yang menyebut gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, atau walikota dan wakil walikota dilarang menjadi ketua tim kampanye. Artinya seorang kepala daerah boleh masuk ke tim kampanye asalkan tidak menjadi ketua. Mungkin alasannya akan mengganggu kinerja kepala daerah, jadi dibuatlah aturan ini.

Oh iya, jadi alasan Sandi tidak menarik kepala daerah karena apa nih gengs? Karena aturan KPU? Atau  karena Sandi enggak punya power sekuat Jokowi yang bisa mengumpulkan kepala daerah dengan mudah seperti jentikan jari? Uppss, bercanda ya wkwkwkwk. Jentikan jari mah punyanya Thanos ya.

Eh sebentar gengs, kalau menurut Sekjen PAN Eddy Soeparno, yang juga sebagai partai pengusung Prabowo-Sandi, pihaknya telah mewajibkan kepada kadernya yang menjadi kepala daerah untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi. Weleh-weleh.

Eddy, beserta seluruh kader PAN yang menjadi kepala daerah maupun dari parpol koalisi pasti akan diberikan tugas dan tanggung jawab pemenangan. Dari kepala daerah sampai para calon anggota legislatif bertanggung jawab memenangkan Prabowo-Sandi di dapilnya masing-masing.

Jadi gimana nih Bang Sandi, berbeda dengan Jokowi yang senangnya nabrak aturan KPU atau sama aja dengan Jokowi tapi enggak masuk struktur aja itu kepala daerahnya? Wkwkwkw.

Kalau menurut kalian gimana gengs? Sandi sama aja kayak Jokowi, atau Jokowi yang sama aja kayak Sandi? Apa menurut kalian mereka berdua sama-sama saja? Sama-sama gitu deh wkwkwkw. (G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here