Kaburnya “Anak Ayam” Prabowo-Sandi

Kaburnya Anak Ayam Prabowo Sandi
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (Foto: The Jakarta Post)
2 minute read

“Siapapun bisa menangani kemenangan. Hanya yang kuat yang tahan kekalahan.” ~Adolf Hitler


PinterPolitik.com

Satu per satu partai politik di koalisi Indonesia Adil Makmur kehilangan anak ayamnya. Iya, banyak banget kepala daerah yang pernah dekat dengan partai pengusung mereka pindah ke lain hati mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Uluh-uluh, gimana ya rasanya kehilangan anak ayam yang selama ini telah susah payah dibesarkan. Hingga pada jadi kepala daerah loh. Eh, tahunya habis manis sepah di buang. Sakit bingits bo…

Kepala daerah yang diusung dari partai koalisi Indonesia Adil Makmur mulai terang-terangan menunjukkan dukungannya untuk Jokowi-Ma’ruf. Yang terbaru antara lain Ketua DPD PAN Pesisir Selatan Hendrajoni. Gubernur NTB Zulkieflimansyah juga dikabarkan dekat dengan Jokowi meski belum mengumumkan secara resmi dukungan politiknya untuk siapa.

Baik PAN dan PKS tentu sangat menyayangkan sikap politik para kepala daerah tersebut. Apalagi, partainya telah bersikap tegas untuk tidak melibatkan kepala daerah sebagai juru kampanye maupun timses.

Dari pada kepala daerah mendukung petahana, mending nggak usah masuk tim kampanye mana pun! Kira-kira begitulah cara Prabowo-Sandi menjaga anak ayamnya. Hehehe. Click To Tweet

Weleh-weleh, jangan-jangan sikap tersebut diambil untuk mencegah para kepala daerah yang diusung partai koalisi mendukung calon lain ya? Tapi kayaknya nggak ngaruh tuhKecian… kecian

Sekjen PAN Eddy Soeparno menjelaskan alasan partainya tak mengikutsertakan kepala daerah dalam kampanye agar mereka lebih fokus bekerja dan menunaikan janjinya kepada para pemilih. Apalagi, tugas mereka sangat berat di tengah situasi perekonomian nasional yang terus melemah.

Meski begitu, larangan ikut serta menjadi jurkam maupun timses bukan harga mati. Kepala daerah, kata Eddy, wajib mengajukan permohonan ke DPP jika ingin terlibat dalam Pilpres 2019.

Nah, tapi kalau dukungnya calon sebelah apa iya diizinkan? Rela? Uwuwuwuw…

Kalau PKS tanggapannya beda lagi. PKS tetap meminta Zulkieflimansyah untuk tetap fokus bahu membahu membangun kebersamaan memulihkan NTB pasca dilanda gempa beberapa waktu lalu.

Zulkieflimansyah sendiri pernah mengatakan kalau dirinya tidak akan menjadi tim sukses maupun juru kampanye. Alasannya. agar masyarakat Lombok tidak terpecah-belah.

Wah, melihat fenomena kutu loncat begini harusnya cukup membuat kubu oposisi resah dan gelisah ya. Ku juga jadi penasaran, kok bisa sih anak ayamnya kabur-kaburan? Hehehe. (E36)