Jurus Prabowo Luluhkan Mega

Jurus Prabowo Luluhkan Mega
Istimewa
2 minute read

“Jangan artikan pertemuan saya dan mba Puan membahas kemungkinan comeback-nya MegaPro (Mega-Prabowo) atau rekonsiliasi (Gerindra) untuk bergabung bersama (Pak Jokowi) di 2019,” ~ Ketua Tim Pemilihan Cawapres Gerindra, Sandiaga Uno.


PinterPolitik.com

Wah apa jadinya ya kalau Prabowo Subianto saat ini kembali bernostalgia bersama Megawati Soekarnoputri seperti pada Pemilu 2009 silam. Bukan sebagai pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) seperti dulu sih, tapi ya dukung mendukung aja. Siapa tau Prabowo bisa bersanding bersama Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019 nanti. Tsadeest.

Nah kebetulan nih, Gerindra melalui Sandiaga Uno sebagai Ketua Tim Pencarian Cawapres Prabowo baru aja mengadakan pertemuan dengan Puan Maharani, politisi PDIP sekaligus putri Megawati Soekarnoputri. Mmm, kayaknya bener ni ada pembahasan comeback-nya MegaPro (Mega-Prabowo)? Cie cie yang mau rujuk demi bisa jadi Cawapres Jokowi.

Sebenernya sih pertemuannya gak cuma antara Sandiaga dengan Puan kok. Ya karena pertemuannya itu dalam rangka persiapan Asian Games di DKI. Sebentar, kalau memang mengenai Asian Games, ngapain Sandiaga selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta dirasa perlu untuk mengundang Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)?

Kalau mau lebih relevan ya pertemuannya itu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga. Jauh amat ngundang Menteri PMK! Aya aya wae ah. Tapi yang namanya politisi emang suka gitu. Setiap tindak tanduknya pasti ada pesan terselubung. Kalau terus terang kan malu, jadi lebih nyaman pesannya lewat kode-kode aja biar enak. Sa ae lau Bang Sandi.

Gak ada ruginya kok kalau Prabowo memang nanti benar bersanding menjadi Cawapres Jokowi. Dari pada menjadi kompetitor yang belum tentu mendapatkan kemenangan. Toh diberbagai survei, nama Prabowo masih jauh untuk bisa mengungguli Jokowi. Belom lagi kalau Gatot jadi diusung koalisi poros ketiga. Wah, suara pendukung Prabowo bisa terpecah sebagian ke Gatot.

Gak perlu malu mengekspresikan diri kok kalau Prabowo memang tertarik mendukung sebagai pendamping Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang. Meski sebagai oposisi lebih sering bersebrangan, tapi bukan berarti Prabowo gak bisa mengakui bahwa Jokowi memang lebih baik dari dia dalam hal memimpin bangsa ini. Dari pada merasa lebih baik, terus maju Nyapres sendiri, eh ujungnya kalah, kan amsyong.

Jadi gak perlu malu lah untuk mengakui kekurangan dalam diri karena masih ada ruang untuk memperbaikinya jika bersama-sama. Sepertihalnya perkataan filsuf Jonathan Swift (1667-1745): “A man should never be ashamed to own that he has been in the wrong, which is but saying… that he is wiser today than yesterday.” (K16)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here