Jokowi Tak Cuti Berarti Culas?

Jokowi Tak Cuti Berarti Culas?
Foto Istimewa
2 minute read

“Aku belum mandi tak tuntuang tak tuntuang, tapi masih cantik juga tak tuntuang tak tuntuang. Apalagi kalau sudah mandi tak tuntuang, pasti cantik sekali” ~ Upiak,  Tak Tun Tuang


PinterPolitik.com

Guru Besar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menilai Jokowi yang mencalonkan kembali menjadi Presiden, tidak memiliki kewajiban untuk cuti atau mengundurkan diri. Sebab menurutnya, pengaturan tentang keharusan mundur atau cuti itu tidak ada di dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, khususnya dalam bab yang mengatur pencalonan presiden dan wakil presiden.

Hal ini tidak saja berlaku bagi Presiden Jokowi, tetapi juga bagi siapa saja yang menjadi presiden pejawat di negara kita. Hmmm, emang sih di UU enggak ada aturannya, tapi kalau Jokowi berada di posisi oposisi, pasti deh minta hal yang sama. Betul apa betul gengs? Hahahaha.

Meskipun Yusril membatu kalau Pasal 6 UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden memang mengatur pengunduran diri pejabat negara yang mencalonkan diri sebagai calon presiden sudah tidak berlaku lagi, apa bisa membuat oposisi bungkam?

Hmmm, kalau menurut eyke sih gengs bisa jadi oposisi bilang kalau rezim Jokowi ini penuh dengan keculasan yang penuh dengan misi yang membodohkan masyarakat. Soalnya aturan itu dinyatakan tidak berlaku lagi berdasarkan Pasal 571 huruf a UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang berlaku sejak 16 Agustus 2017. Betul atau mantul alias matap betul nih Jokowi gengs? Wkwkwk.

Yusril mencontohkan jika capres pejawat berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, maka presiden wajib digantikan oleh wakil presiden sampai akhir masa jabatannya. Untuk itu, perlu Sidang Istimewa MPR untuk melantik wapres menjadi presiden.

Tapi bukannya kita sudah tahu dari lama ya gengs kalau Jusuf Kalla enggak mungkin maju lagi jadi cawapresnya Jokowi di Pilpres 2019? Kok aturannya politis amat ya? Atau gimana nih gengs? Ada yang punya pandangan lain? Click To Tweet

Apa mungkin seandainya Jokowi tidak cuti atau mengundurkan diri sebagai presiden ia berkemungkinan besar melakukan kecurangan untuk mempertahankan jabatannya itu? Atau Jokowi akan berjiwa besar meski tidak ada aturan untuk mundur sebagai presiden? Memang tidak ada yang dapat memprediksi masa depan dengan tepat. Tapi kalau kalian di posisi Jokowi, apa yang akan kalian lakukan? Dengar dan lakukan kemauan oposisi atau sok budeg dan ngikutin kemauan sendiri? Hehehe. (G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here