Jokowi Pilih Nyontek Dibanding Lip Sync

Jokowi Pilih Nyontek Dibanding Lip Sync
Foto : Istimewa
2 minute read

 “Jangan pertaruhkan dunia dan hilangkan jiwamu, kebebasan lebih baik daripada perak atau emas.” ~ Bob Marley


PinterPolitik.com

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali mengkritik Presiden Jokowi. Kritikan kali ini bukan mengenai kebijakan hutang, impor, maupun perkembangan demokrasi Indonesia.

Kritikannya Amien kali ini soal kebiasaan Jokowi yang kerap membawa secarik teks ketika berbicara di muka publik. Hmmm, kirain persoalan video panco Jokowi yang pakai tank top doang, tahunya masalah pidato. Weleh-weleh.

Kalau menurut kalian gimana nih gengs, memangnya kalau pidato enggak boleh ya nyontek tulisan? Ya, kalau lagi ujian nasional atau ujian masuk PNS sih wajar aja ya kalau dikritik enggak boleh nyontek. Lah ini gengs segala pidato enggak boleh nyontek tulisan. Wkwkwk, wah Pak Amien kok jadi otoriter gini sih, enggak demokratis lagi. Ckckckck.

Menurut Amien kita butuh pimimpin nasional yang pandai berpuisi dan mengarang. Bukan pemimpin yang pandainya nyontek doang. Betul begitu Pak Amien? Jadi kita itu butuhnya pemimpin yang global, tidak baca, ketika diinterview bisa menjawab apa pun?  

Hmmm, jadi intinya kita enggak butuh pemimpin yang kerjanya nyata dong pak? Tapi hanya butuh yang pinter ngomong aja nih? Weleh-weleh. Click To Tweet

Gimana menurut kalian? Kalau Jokowi terpilih lagi jadi presiden, apa harus pakai headset bluetooth biar enggak usah nyontek lagi? Atau Jokowi lip sync aja? Eh tapi kalau lip sync, jangan sampai salah putar file suara tuh. Yang harusnya putar Pidato Kemerdekaan, ini malah putar lagu Via Vallen Meraih Bintang. Hahaha, kebayang enggak sih pesertanya langsung pada joget semua dan Jokowi malah goyang dayung.

Intinya, kritik Amien itu hanya sekedar keyakinan bahwa Prabowo-lah yang terbaik dibanding Jokowi. Prabowo dinilai dalam berpidato lebih baik, tidak perlu pakai pakai teks. Malah bisa jadi tekslah yang butuh Prabowo kalau lagi pidato. Maksudnya butuh teks yang mencatat isi kritik Prabowo yang tidak memberi solusi, ea ea bercanda gengs! Wkwkwkwk.

Daripada pusing mikirin mana yang terbaik untuk jadi Presiden RI, mending kita nyanyiin potongan lirik lagunya Gombloh ini gengs:

“Tetapi mimpi apa aku semalam, kulihat engkau duduk berdua bercanda mesra dengan seorang pria kau cubit, kau peluk, kau cium. “(G35)