Jokowi Panen Generasi Pragmatis

Jokowi Panen Generasi Pragmatis
Foto : Istimewa
3 minute read

“Aku sangat menyukai kebebasan dalam cinta. Begitu cinta meminta hatiku, aku akan memberikannya semua seandainya aku punya sepuluh ribu hati.”


PinterPolitik.com

Kabarnya kini rektor universitas ada ekstraknya loh! Eh, maksudnya kini rektor ditentukan oleh Presiden Joko Widodo loh! Wew, luar biasa gengs! Bukan hanya mengurus ekonomi nasional, politik nasional, politik internasional dan segudang masalah lainnya, Jokowi juga ingin turut serta dalam perpolitikan universitas! Wkwkwk, memang Jokowi presiden kekinian alias multitasking!

Eh, tapi siapa nih di antara kalian yang tidak setuju kalau rektor dipilih Presiden? Kalau eyke sih sepakat sama kata-katannya Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Syafti Hidayat.

Doi bilang, politisasi kampus yang vulgar seperti ini harus ditolak, sebab bibit diktator akan memicu amarah mahasiswa! Betul apa betul gengs? Menurut eyke sih, Jokowi enggak sampai diktaktor kok gengs. Tapi, ya kalau Jokowi itu dibilang otoriter sih, bisa jadi bisa jadi! Wkwkwk.

Kalau menurut kalian sendiri gimana gengs? Jokowi itu lagi bingung mau buat kebijakan apa lagi, atau memang Jokowi terindikasi pemimpin yang otoriter Click To Tweet? Awas gengs, jawabnya jangan kenceng-kenceng, nanti malah dibilang pro-HTI loh! Wkwkwk.

Oh iya gengs, ungkapan Hidayat tidak berhenti sampai di kata “tidak sepakat dengan kebijakan rektor Jokowi” aja gengs. Hidayat juga berpendapat kebijakan Jokowi dapat merusak nilai-nilai pranata pendidikan secara nasional. Sehingga, kampus sebagai komunitas intelektual yang melahirkan akademisi akan kehilangan moral kecerdasannya. Weleh-weleh.

Masa sih? Bukannya memang sudah banyak yang kehilangan moral kecerdasannya ya? Buktinya aksi mahasiswa kok cuma bicara soal mata uang yang anjlok, BBM naik dan itu pun saat masa-masa Pilpres gini? Hmm, kalau kasus kapitalisasi pendidikan, kasus korupsi kepala daerah atau yang lainnya pada ke mana nih? Apa media ya yang ke mana? Atau eyke yang ketinggalan berita ya? Wkwkwk.

Ah sudah lah gengs, intinya Hidayat juga bilang kebijakan Jokowi ihwal rektor itu, tidak saja menggambarkan kepanikan yang takut akan kehilangan kekuasaan, tetapi juga memberangus nilai-nilai demokrasi, bahkan lebih buruk dari masa Orde Baru.

Nah, akibat terburuknya adalah akan lahir generasi pragmatisme. Akhirnya kampus menjadi pabrik robot-robot patuh kepada industri kekuasaan.

Hmmm, lagi-lagi Hidayat bilang akan lahir generasi pragmatis dan robot pabrik yang tunduk pada industri! Bukannya sebelum kebijakan itu dibuat sudah terjadi hal buruk yang doi gambarkan itu ya gengs? Weleh-weleh.

Au amat dah gengs, pusing bahas beginian. Terkadang tuh eyke bingung loh, kok banyak banget ya yang enggak sadar kalau mereka itu ternyata lagi enggak sadar? Betul apa betul gengs? Eh jangan-jangan kita juga lagi enggak sadar nih ngomongin ini? Ahahaha.(G35)