Jokowi: Negara Tidak Bermoral Tinggi

Jokowi: Negara Tidak Bermoral Tinggi
Foto : Istimewa
3 minute read

“Jangan bicara moral kalau ternyata kita lupa apa itu moral! Ingat, moral bukan hanya oral moral.”


PinterPolitik.com

Presiden Jokowi mengatakan perubahan yang cepat terhadap penggunaan teknologi informasi saat ini harus dibarengi dengan standar moralitas yang tinggi pula. Sebab, perkembangan teknologi informasi juga membawa tantangan baru dalam moralitas kemasyarakatan dan dunia.

Jokowi mengatakan munculnya media tanpa redaksi membuat setiap warga bisa menjadi wartawan. Sebab, ada peristiwa dan informasi langsung dimunculkan di media sosial.

Nah, makanya pemerintah buat dong mesin pencari atau media sosial sendiri, terus larang deh Google beserta medsos lainnya. Jadi hal-hal yang sekiranya bertentangan dengan rezim akan bisa dengan mudah diberangus tuh. Wkwkwk. Jadi makin mirip Tiongkok ya? Atau perasaan aja?

Wong, kalau negara sudah berdemokrasi gini susah gengs, mau gimana juga yang namanya netizen ya kalau sudah beraktivitas di media sosial, siapa yang bisa nahan.

Menghadapi fenomena ini, menurut Jokowi, regulasi dan peraturan pemerintah tidak cukup menyelesaikan masalah. Sebab, tidak semua bisa dipagari oleh peraturan dan regulasi. Nah, itu ngerti pak. Jadi solusinya apa dong nih? Solusinya sekedar himbauan kalau hal ini tidak bagus? Ckckck.

Menurut Jokowi, yang dibutuhkan sekarang ini adalah standar moralitas yang semakin tinggi berbarengan dengan penggunaan teknologi itu. Teknologi yang disalahgunakan harus dihadang oleh teknologi lain yang dipandu oleh standar moralitas yang tinggi.

Jokowi juga mengatakan lembaga dan institusi yang bisa menghadapi dan relevan menghadapi tantangan teknologi informasi saat ini adalah lembaga penelitian. Presiden juga kembali menegaskan bahwa dalam dunia yang berubah sangat cepat, yang menjadi kata kunci adalah kecepatan dalam memenangkan kompetisi.

Sekarang yang besar belum tentu mengalahkan yang kecil, yang kaya belum tentu mengalahkan yang miskin. Tetapi yang cepatlah yang pasti mengalahkan yang lambat. Anjay, kode nih buat oposisi. Wkwkwk. Click To Tweet

Untuk itu, Jokowi kembali mengajak semua pihak untuk membangun ekosistem yang baik dan lembaga penelitian harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan nasional. Dalam menghadapi tantangan saat ini, lembaga penelitian dengan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi juga perlu kerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, industri dan mitra strategis yang lainnya.  Weleh-weleh.

Jokowi ngomongin pengembangan penelitian di bidang teknologi informasi gengs, duh aduh masalah korupsi aja enggak kelar-kelar, masalah mobil nasional aja mangkrak, terus masalah pertanian enggak kunjung terurai. Sekarang segala pakai ngomongin pengembangan teknologi, wong smartphone aja masih impor, malah ngomongin teknologi informasi. Wkwkwk.

Gimana menurut kalian gengs, sebenarnya kegelisahan Jokowi ini karena masalah moral dan edukasi, demokrasi, atau karena ia nggak ngerti gimana cara bikin negara ini memiliki kepribadian yang berhati nurani? (G35)