Jokowi Merapat ke Trump?

Jokowi Merapat ke Trump?
Donald Trump dan Jokowi (Foto: Media Indonesia)
2 minute read

“Seorang teman bagi semua orang, bukanlah teman dari siapa pun.” – Aristoteles


PintePolitik.com

Kalau ada cowok yang di depan teman-temannya udah berani bilang mau ajak seorang cewek ke rumahnya, bukannya itu pertanda kalau PDKT mereka udah mau masuk ke jenjang hubungan yang lebih serius ya?

Soalnya belakangan ini Jokowi dan Donald Trump itu sering kelihatan deket juga sih khususnya di acara KTT G-20 bulan Juni 2019 lalu. Mulai dari mereka duduk sebelahan, sampe Trump ngasih permen ke Jokowi.

Nah, terus dalam wawancaranya Jokowi dengan The Associated Press hari jumat lalu, dia sempat bilang kalau akan mengundang Presiden AS itu datang ke Indonesia. Cuma nggak tahu lah ya kapan akan diundangnya.

Eitts. Tapi bukannya selama empat tahun kemarin Jokowi itu deketnya sama Presiden Tiongkok Xi Jinping ya?


Soalnya investasi proyek dari Tiongkok itu kan menjamur di Indonesia sejak 2014. Total utang Indonesia ke Tiongkok tahun 2018 aja disebut-sebut mencapai US$ 17,47 miliar atau Rp 244,9 triliun, sedangkan di tahun 2013 itu hanya US$ 6,158 miliar atau 86,3 triliun. Ehm. Nggak tahu lah ya ini sesuatu yang positif atau sebaliknya.

Terus juga Jokowi malah mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Makanya kan Jokowi pernah dituduh sebagai antek aseng atau pro aseng yang merujuk pada sebutan untuk Tiongkok.

Hmm. Aing mulai melihat sesuatu nih.  Kayaknya Jokowi yang dulu sering makan bakpao sama negara aseng-aseng, jangan-jangan akan beralih makan McDonald’s yang adalah makanan favoritanya Trump nih. Hehehe.

By the way, kalau katanya Wenjun Zhong dalam tulisannya yang berjudul A Cross-cultural Contrastive Analysis of Views on Friendship in Chinese and English Proverbs, pandangan orang AS tentang persahabatan itu lebih mencerminkan orientasi yang individualis.

Nah, makanya Pak Jokowi musti hati-hati juga nih sebelum jadi best friend forever-nya negara Paman Sam. Jangan sampai di setiap kerja sama yang nanti dibuat hanya menguntungkan sebelah pihak aja. Hehehe.

Kayak pas kerja sama dengan Tiongkok juga. Kan Rizal Ramli juga pernah kritik kalau banyak kebijakan kerja sama yang sangat condong untuk pemenuhan kepentingan Tiongkok. Upss.

Jadi jangan sampe nanti Pak Jokowi terlalu asik icip-icip bakpao dan icip-icip burger, terus lupa sama jamu temulawak khas Indonesia. Pokoknya apapun makanannya, minumnya tetap jamu temulawak lah ya Pak. Hehehe. (R50)

Mau tulisanmu terbit di rubrik Ruang Publik kami? Klik di http://bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

[related_posts_by_tax posts_per_page="7" taxonomies="category,post_tag" order="ASC"]