Jokowi Kurang Gereget Dibanding Soeharto

Jokowi Kurang Gereget Dibanding Soeharto
Foto : Istimewa
3 minute read

“Bangkitlah generasi optimis yang percaya pada kemampuan diri! Kita bisa, Indonesia pasti menjadi pemimpin dunia! Hmmm, ngomong kayak gini, lagi mimpi apa enggak ya?”


PinterPolitik.com

Narasi-narasi bernuansa Orde Baru kerap kali ditonjolkan oleh kubu Prabowo-Sandi, seperti isu swasembada pangan yang sedang ramai diperbincangkan belakangan ini.

Bahkan, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Titiek Soeharto berjanji jika Prabowo-Sandi terpilih di Pilpres 2019, Indonesia akan kembali seperti zaman pemerintahan Soeharto!

Mantap cuy! Perang lagi nih kita kalau Prabowo berhasil terpilih jadi presiden! Eh, perangnya perang melawan penindasan ya, bukan perang dalam arti mengangkat senjata!

Eh, yang saya maksud juga bukan perang melawan Prabowo yang suka menindas loh gengs! Inget ya, perang melawan penindasan, perang melawan mafia dagang, perang melawan mafia proyek yang mengatasnamakan kesejahteraan! Bukan perang melawan Prabowo yang serupa kayak rezim diktaktor di Jerman atau Italia zaman dulu.

Eh tapi gengs, kalau ternyata Prabowo jadi serupa kayak rezim diktaktor yang nyata pernah ada, boleh juga sih kita perangin. Ahahah. Tapi tenang gengs, itu enggak akan terjadi kok, soalnya kan mereka belum tentu jadi! Wkwkwk. Kalau jadi pun belum tentu kan mereka lupa diri dan senaknya kayak raja tirani.  

Intinya gengs, menurut juru bicara Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin, pasangan itu hanya mengadopsi kebijakan-kebijakan era Orde Baru yang positif untuk rakyat, salah satunya swasembada pangan. Dengan demikian, narasi kampanye Partai Berkarya adalah salah satu bagian dari agenda partai untuk meyakinkan segmen pemilihnya masing-masing.

Itu semua mereka lakukan karena keyakinannya pada setiap anggota koalisi memiliki segmen pemilihnya sendiri-sendiri. Partai Berkarya berkampanye seperti itu untuk menyasar segmen pemilihnya.

Nah gengs, sekarang sudah ngerti kan apa yang dibilang Partai Berkarya. Pabowo, Sandi, Jokowi ataupun Ma’ruf Amin hanya sekedar kampanye doang! Namanya juga kampanye, bisa jadi, bisa enggak. Bisa jadi kan apa yang mereka omongin hanya angin surga di masa kampanye, nanti kalau sudah jadi mereka pada bilang gini: “Ya nggak gitu juga kali! Itu kan janji pas kampanye, nah kalau sudah jadi begini mah urusan rakyat nanti-nanti dulu ya!” Wkwkwk.

Jadi gimana nih menurut kalian? Masihkah ungkapan para kandidat Pilpres masih dapat kita percayai? Atau janji-janji mereka kita ucap seperti ini:

“Apaan? Indonesia swasembada pangan? Yakin bisa? Kalau kita mah yakin-yakin aja. Tapi kalau yang mimpin mereka-mereka lagi mah sama aja, bagaikan bangun kastil di atas awan! Ya mustahil”. Ahahaha.

Tapi ngeri juga loh kalau sampai yang diaplikasikan bukan cuma swasembada doang. Lama-lama eyke nggak bisa nulis, soalnya kantor dibredel cuy. Uhhh. Mana kredit belum lunas lagi. Wkwkwk. (G35)