Jokowi, Kenapa Harus Buru-Buru?

kinerja pemerintahan jokowi
Joko Widodo. (Foto: kompas)
2 minute read

“Jika memang harus “Alon-alon asal kelakon” ~ Bayu Prasetyo


PinterPolitik.com

Pembangunan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo memang terasa sekali ya. Selama hampir lima tahun ini, di Jakarta saja sudah ada kereta bandara, MRT dan Jalan tol Depok-Antasari. Belum lagi yang masih dibangun seperti LRT, kereta cepat Jakarta-Bandung, dan lain-lain. Benar-benar masif banget.

Pokoknya ya, kalau mau tanya apa aja kerjaan Jokowi, jawabannya bisa dilihat dari infrastruktur yang dia bangun. Terpampang nyata tanpa fatamorgana. Tapi apakah infrastruktur yang selama ini dibangun benar-benar dibutuhkan? Darurat banget gitu sampai harus diburu-buru?

Bukan apa-apa gaes, laporan Bank Dunia terkait infrastrutur Jokowi tuh terlihat kurang bagus. Dokumen bertajuk “Infrastructure Sector Assessment Program” (InfraSAP) yang disusun Juni 2018 lalu mengkritik kualitas proyek infrastruktur yang rendah di era Jokowi. Asal-asalan.

Udah gitu, pemerintah jadi terkesan terlalu memaksakan BUMN demi mewujudkan proyek mercusuarnya ini.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said pun menyebut kalau model pembangunan ekonomi di rezim Jokowi ini nggak matang. Terkesan asal hanya demi menyongsong suara rakyat di Pemilu 2019.

Ya kan kalau terlihat kerja, kerja, kerja, rakyat jadi berpikir kalau presidennya itu pekerja keras. Padahal utang negara mah nambah terus. Lagi pula kerja diburu-buru gitu emang hasilnya efektif?

Jangan kerja, kerja, kerja, hanya demi nafsu jabatan. Pemimpin yang baik itu kerja ikhlas... Click To Tweet

Misalnya saja proyek jalan tol Trans Jawa dan kereta api cepat Jakarta-Bandung, menurut Sudirman, itu merupakan contoh model pembangunan ekonomi yang dilakukan dengan pendekatan pragmatis.

Kalau kata Sudirman, kelihatan banget kalau seolah-olah agenda pembangunan ekonomi itu dikaitkan dengan agenda pemilu. Agar supaya di akhir periode pertama tinggal sibuk upacara peresmian, citra bapak pembangunan naik, padahal kita belum tentu butuh.

Baca juga :
Menhub Lupa Mudik Lewat Udara?

Jokowi sendiri juga sudah pernah mengakui sih, kalau apa yang dilakukannya salah satunya emang biar dipilih lagi. Tapi kan nggak membabi buta juga. Kalau terencana dengan baik pasti nggak akan ada masalah jalan tol baru dibangun ambrol. Ye kannn?

Nggak cuma pragmatis, pembangunan ekonomi di era Jokowi juga menghempaskan pendekatan teknokratik. Butuh perencanaan jangka panjang, sehingga butuh kajian ilmiah terhadap kondisi, potensi, masalah dan isu-si strategis di Indonesia ke depannya.

Pembangunan itu harusnya dimaksudkan sebagai warisan untuk anak cucu kita. Kualitas butuh dipikirkan juga. Jangan sampai baru beberapa tahun udah rusak lagi.

Oke deh Pak Jokowi. Masih ada waktu memimpin beberapa bulan kedepan. Silakan coba lagi. Tapi kali ini harap kerja lebih ikhlas yaa… agar supaya… (E36)

Facebook Comments