Jokowi Kejar Setoran

jokowi kejar setoran
Joko Widodo. (Foto: Kanigoro Newsline)
2 minute read

“Layang – layang terbang tinggi melawan angin, bukan mengikutinya.” ~Winston Churchill


PinterPolitik.com

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kebijakan utama Presiden Joko Widodo yang paling kentara, nyata, tanpa fatamorgana. Jadi gampang banget deh kalau ada yang nanya presiden selama ini ngapain aja? Tinggal tunjuk infrastruktur, sambil nanya, emang yang bangun MRT siapa? Jalan tol di sana, pelabuhan, dan lapangan terbang memang siapa yang bangun? Hehehe, gampang.

Memang, infrastruktur itu paling ampuh dijadikan bukti kerja nyata. Apalagi kalau lawan politiknya yang belum punya prestasi apa-apa. Mau nyombong juga makin yahud.

Nah, mendekati Pemilu 2019, Jokowi menyatakan secara jujur dan sadar, bahwa dirinya akan mempercepat penyelesaian berbagai proyek infrastruktur pada akhir tahun ini dan awal tahun depan. Pengakuan tersebut disampaikan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019.

Waduuuhh, kalau kebut-kebutan begini, kebayang nggak sih berapa dana yang harus digelontorkan? Pak Presiden harus mikirin juga dong keadaan ekonomi kita bagaimana? Bahan-bahannya kan banyak yang impor juga tuh, uang dari mana? Nambah utang?

Jokowi kebut pembangunan infrastruktur untuk apa? Untuk elektabilitas di Pilpres 2019? Click To Tweet

Iya, iya, katanya punya utang nggak apa-apa, asal bisa bayar. Tapi ya nggak bergantung sama utang juga dongs? Apalagi kalau maksa-maksa ngutang biar bisa unjuk gigi di Pilpres. Aduuuhh, jangan dongsss..

Setidaknya ada dua ruas tol yang ingin dikebut supaya bisa selesai 2019 nanti, yaitu Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.

Untuk Tol Trans Jawa, secara keseluruhan sebenarnya baru bisa rampung pada tahun depan. Tapi akan disambung akhir tahun ini. Jokowi sudah minta sebelum Natal 2018 sudah bisa doi resmikan. Nggak mau tahu gimana caranya, akan diresmikan.

Edededehh, kalau belum jadi kenapa sudah diresmikan ihhh?

Nanti kayak Tol Trans Sumatera di Lampung, udah senang banget kan diresmikan. Ehhh pas dicoba, ternyata baru rampung 14,5 kilometer. Ealaahh, segitu mah mana berasa? Nggak jadi happy deh.

Kita memang membutuhkan infrastruktur untuk menjalankan kehidupan ini. Tanpa infrastruktur, memadai, kehidupan yang pelik ini mungkin akan makin suram, makin susah. Jadi bagaimanapun, maaciw yaw Pak Jokowow sudah berinisiatif. Tapi ingat, jangan utang mulu, jangan maksa kejar setoran. Hehehe. (E36)