Jokowi Gombalin Rakyat?

Jokowi Gombalin Rakyat?
Istimewa
2 minute read

“Presiden kita itu tak ada satupun yang membicarakan kesejahteraan rakyat. Saya berkesimpulan presiden-presiden kita ini gombal semua, tidak ada yang memperhatikan rakyat. Tentu saja termasuk Jokowi.” ~ Sri Bintang Pamungkas.


PinterPolitik.com

Mengkritik seseorang memang terasa lebih mudah ketimbang menjadi orang yang dikritik. Ya seperti halnya saat suporter sepak bola yang menuding kekalahan klub idola akibat tidak becusnya bermain saat di lapangan. Kalau dibalik kondisinya, apa iya suporter itu bisa membuktikan diri main lebih baik? Eike rasa gak mungkin deh.

Begitulah dunia nyinyir ala politik di negeri kita ini. Ramai-ramai berbagai pihak muncul ke permukaan menyuarakan kritikannya terhadap kinerja Pemerintah dan Presiden. Ada yang mengkritik dengan santun berikut dasar yang kuat. Tapi ada pula yang asal ceplas-ceplos dan gak berdasar. Yang penting ngeritik.

Dan salah satu yang hobi ceplas-ceplos kritik ngasal kayak gitu ya Sri Bintang Pamungkas. Dia baru-baru ini menggelar diskusi bertema “Menggugat 20 Tahun Reformasi-Daulat Rakyat Dapat Apa?” di Rumah Kedaulatan Rakyat, Jakarta Selatan, Minggu lalu. Niat banget ya sampai bikin diskusi publik.

Dari sudut pandang Bintang, meski negeri ini udah melewati reformasi tidak kurang dari 100 juta orang Indonesia masih miskin, tidak punya rumah, tidak punya tanah, dan tidak punya pekerjaan. Banya aja jumlahnya ya. Angka yang disebut itu hampir setengah dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 262 juta jiwa.

Baca juga :  Gatot si Capres Nol Koma

Sayangnya nih ya, lagi-lagi setiap orang yang berusaha mengkritik Pemerintah melulu asal tanpa data yang bisa dikonfirmasi validitasnya. Hadeuh. Kok masih ada ya orang kayak gini. Ini mah apa bedanya sama Amien Rais yang satu itu?

Menurut Bintang sejak reformasi hingga sekarang ini gak ada presiden yang benar-benar menjalankan janji kampanye terkait kesejahteraan rakyat. Ya tentunya termasuk Presiden Jokowi. Dan semua pemimpin seperti ini Bintang kategorikan dengan istilah Presiden yang cuma suka ‘gombal’ pada rakyatnya. Wedew.

Salah satu upaya sekarang agar masyarakat tidak miskin adalah pemerataan pendapatan atau dengan mengurangi harga komoditas di daerah terpencil. Ya kayak BBM satu harga di Papua itu. Di Jakarta juga udah dibangun banyak rusun untuk penghuni bantaran kali sebelumnya. Yang gak punya tanah udah diberikan sertifikat tanah.

Berkenaan dengan masalah pengangguran, diupayakan dengan meningkatkan mutu pendidikan agar setelah lulus, mereka bisa bersaing untuk masuk pasar kerja. Meski semua sektor belum terasa maksimal, tapi bukan berarti harus melulu dikritik. Itu sih tindakan kontra produktif. Karena yang sebenarnya membuat bangsa ini gak pernah maju adalah terlalu banyaknya orang-orang yang sibuk menyalahkan pihak lain disaat yang lain justru lagi sibuk membangun negeri ini. (K16)

Share On

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here