Jokowi Ditinggal Kaum Terpelajar

Jokowi Ditinggal Kaum Terpelajar
Foto : Istimewa
2 minute read

“Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.” ~ Ahmad Fuadi


PinterPolitik.com

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebut ada penurunan dukungan kaum terpelajar pada Jokowi. Hasil survei menunjukkan hal ini bukan karena kehadiran Ma’ruf Amin. Dukungan turun karena kalangan terpelajar yang berpendidikan minimal sarjana tidak puas dengan capaian pemerintahan Jokowi selama ini. Weleh-weleh.

Emangnya benar gengs kalian itu sudah malas sama Jokowi karena kinerjanya yang buruk? Kalau eyke sih enggak ngerti ya, soalnya kan eyke bukan kaum terprlajar, tapi eyke kaum milenial. Ea ea wkwkwkwk.

Katanya LSI sih gengs, ketika kalangan terpelajar tidak terpuaskan, mereka akan cenderung memilih alternatif lainnya. Dalam konteks Pilpres 2019, alternatif itu direpresentasikan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno alias Bosan. Hmmm, apa bener nih gengs pasangan Bosan itu bisa jadi alternatif?

LSI juga bilang, kalangan terpelajar memiliki alasan rasional untuk menentukan pilihan. Sebab, mereka memiliki akses luas terhadap informasi. Dengan demikian, kedua pasangan capres-cawapres harus bisa meyakinkan kalangan terpelajar dengan isu dan program yang rasional.

Hmmm, oke juga sih kalau LSI singgung persoalan program kerja. Tapi, apa LSI termasuk kita sebagai masyarakat, yakin betul kalau program kerjanya bakal berjalan sesuai dengan janjinya pas masa kampanye? Kalau yang sudah-sudah sih ya gitu deh gengs. Katanya mau jadi poros maritim, malah jadi poros Beijing. Katanya Indonesia bisa berdaulat, eh malah di mana-mana kelihatan enggak kompak. Wkwkwkw.

Intinnya gengs, dukungan kaum yang milenial plus berpendidikan sarjana itu sangatlah penting. Meski populasinya hanya 9,9 persen dari keseluruhan suara, kaum terpelajar bisa menjadi influencer yang menggiring opini publik.

Hasil survei LSI menunjukkan, pasangan Jokowi-Ma’ruf kalah dalam elektabilitas di kalangan kaum terpelajar dengan perolehan 40,4 persen, sementara pasangan Bosan meraih dukungan 45,5 persen. Hmmm, siap-siap ganti presiden dong gengs kalau apa yang dikatakan LSI ini benar.  Weleh-weleh.

Gimana nih gengs menurut kalian? Apa benar pasangan Bosan akan mudah mendapatkan kemenangan di Pilpres nanti? Atau pasangan Bosan harus tetapi Bosan lihat presidennya dia lagi, dia lagi? Wkwkwkwk.

Daripada bosan mikirin ini lagi ini lagi, mending kalian baca deh ungkapannya Tere Liye, kali aja bosannya hilang hehehe: “Dan jangan menghukum kebersamaan dengan kesendirian. Karena, aduhai, kita tidak memutuskan bersama hanya karena bosan sendiri. “(G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here