Jokowi ‘Dihina’ Relawan

Jokowi ‘Dihina’ Relawan
Ferdinand Hutahaean, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat yang juga mantan Relawan Jokowi di Pilpres 2014. (Foto: Gelora.co)
2 minute read

“Yang terpenting dalam sebuah perang adalah menyerang strategi musuh.” ~ Sun Tzu


PinterPolitik.com

Walkout lagi, walkout lagi. Mungkin itu bentuk kepasrahan seseorang saat melihat kinerja pemimpin yang tak sesuai dengan harapan. Atau bisa juga agar disangka keren. Upppsss, ngeri sih kalau yang ini weleeeh weeleeeeh.

Mungkin publik masih mengingat tentang walkout-nya Ananda Sukarlan saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berpidato dalam kegiatan di Kanisius pada waktu lalu.

Wajar ga sih? Wajarlah namanya juga pendukung kubu sebelah weleeeeh weleeeeh. Kalau bahasa lainnya, ya namanya barisan sakit hati wkwkwk.

Kini muncul lagi Ananda Sukarlan kedua nih, kali ini bernama Ferdinand Hutahaean, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat yang walkout dari Rapimnas Partai Demokrat saat Presiden Jokowi berpidato.

Waduhhhh, Ferdinand mau tahu ga?  Jokowi itu kan diundang langsung oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) , wedeewww, ga ada takut – takutnya.

Tapi saat Ferdinand walkout itu ada yang ngeh emangnya? Kayaknya sih engga, kalau kata Amir Syamsudin sih jadi rame begini gara-gara Ferdinand umbar ke media. Nah lohhhh, maksudnya apa coba, weleeeeh weleeeeh, sensasi nomor satu dong, ahhhh syudahhhlah.

Kalau Ferdinand bertindak sebagai politikus dan organisatoris sih lebih baik jangan walkout, tapi saat Rapimnas digelar berikanlah masukan untuk Partai Demokrat supaya tak mendukung Jokowi. Selesai kan? Lebih elegan dan terlihat seperti politikus yang argumentatif.

Dibandingkan walkout saat Jokowi pidato dan mengumbarnya di media massa, ahhh syudahlahhh, namanya juga Ananda Sukarlan kedua weleeeeh weleeeeeh.

Kalau sikap suka atau tidak sih memang kebebasan dan kemerdekaan seseorang, tapi terkadang kurang pas aja, apalagi Jokowi itu diundang jadi tamu di Rapimnas.

Kalau orang dulu kan bilangnya tamu adalah raja, ya seharusnya perlakukanlah dulu Jokowi sebagai raja sebentar, setelah itu mau kritik lagi atau Ferdinand mau ‘main-main’ dengan pintu Istana Negara juga gapapa, weleeeh weleeeh.

Etttt, tapi sebentar deh, lah bukannya Ferdinand itu Jokowi banget ya? Kan dulu relawannya Jokowi, kok malah begini sih? Mau kritik terang-terangan kepada Jokowi begini emang apa yang dicari sih? Maunya apa sih?

Apakah Ferdinand mau kayak Rizal Ramli yang kritik keras abis itu ditarik jadi Menteri? Ahhh syudahlah, kayaknya mustahil, weleeeh weleeeh. (Z19)