Jokowi Bungkam Petani Karet

jokowi larang kampanye
Joko Widodo. (Foto: TEROPONGSENAYAN.com)
2 minute read

“Pengalaman guru terbaik, dan bersikap adil itu sangat sulit.” ~Hippocrates


PinterPolitik.com

Ada cerita menarik ketika Presiden Joko Widodo bagi-bagi sertifikat pemanfaatan hutan sosial kepada masyarakat Sumsel di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Kota Palembang. Hayooo, kira-kira ada apa tuh?

Jadi gaes, seperti biasa kalau presiden dateng itu rakyat-rakyat kerap berbagi keluh kesah. Nah, kemarin itu, petani-petani karet pada curhat soal harga karet yang sedang turun, yakni Rp6.000 per kilogram. Salah siapa?

Jelas bukan salah Jokowi. Bukan juga salah bunda mengandung. Hanya saja komoditas karet itu komoditas global, jadi harganya sesuai harga internasional. Di negara manapun harganya sama. Kena semua. Jadi, soal harga pemerintah nggak bisa ikut campur.

Jokowi pun mengatakan, sudah satu bulan ini pemerintah melakukan kajian. Sebagai jalan keluar, doi meminta Menteri Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk membeli karet dari petani Indonesia untuk menjadi bahan campuran aspal.

Jokowi menyebut harganya kurang lebih Rp7.500 sampai Rp8.000. Harus disyukuri dulu. Nanti dihitung-hitung lagi, siapa tahu harganya bisa lebih dari itu.

Uwuwuwuw, sangat manis sekali didengar ya gaes? Gimana para petani nggak meleleh? Hihihiw

Bagi Jokowi, kampanye dan menjalankan tugas negara tak ada bedanya. Sama-sama usaha menaikkan elektabilitas. Click To Tweet

Nah, setelah penjelasan presiden yang panjang lebar itu, majulah sosok Bambang, petani karet yang amat mengagumi sosok Jokowi. Apalagi ketika mendengar pemerintah akan membeli karet-karet yang ada di Sumsel. Tapi gaes, baru ngomong beberapa patah kata, omongan Bambang sudah dihentikan oleh Jokowi. Kenapa?

Iya, doi baru bilang, Tahun 2019 ada pemilihan presiden…. Eh rupa-rupanya Jokowi khawatir Bambang akan melakukan kampanye. Sedangkan kapasitas Jokowi kala itu sedang tidak sebagai calon presiden, tapi sebagai presiden. Kalau disentil Bawaslu kan repot.

Tapi, bukannya berhenti, Bambang melanjutkan omongannya dan menegaskan dirinya tidak berkampanye, hanya ingin mengajak masyarakat untuk memilih Jokowi untuk kedua kalinya.

Wkwkwk, menggemaskan sekali ya Pak Bambang satu ini. Pak Presiden sampe kaget loh. Sudah dibilangin jangan kampanye malah disambung. Hadehhh

Terus, udah dilarang lagi, Bambang tetap melanjutkan dan nggak merasa dirinya sedang kampanye padahal emang kampanye. Mendengar omongan Bambang, Jokowi pun kemudian menyudahinya. Dia beralih berdialog dengan petani lainnya.

Haduh, warga seperti Pak Bambang ini bisa bikin jantung dag dig dug. Kalau aku jadi Jokowi, udah aku tempel jari telunjukku ke bibir Pak Bambang sambil berkata, “Sstt, sudah hentikan. Ku tak sanggup lagi mendengar ucapan darimu.” Hehehe. (E36)