Jokowi Bosan di Istana

jokowi di istana
Joko Widodo. (Foto: Citra Indonesia)
2 minute read

“Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam. Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.” ~Ahmad Fuadi


PinterPolitik.com

Presiden Joko Widodo, bisa dibilang salah satu presiden paling hiperaktif di dunia. Kenapa? Pergi-pergi mulu. Makanya ku suka bertanya, itu gimana ya kalau ada rakyat yang berdemo di depan istana, sudah teriak-teriak berharap langsung didengar presiden, eh tapi presidennya lagi nggak di tempat. Sedih banget pasti ya. Hehehe.

Bayangin gaes, tiap bulan, bahkan hampir tiap pekan Presiden bekerja di luar istana. Ada-ada ajalah agendanya, doi ini kan suka banget blusukan. Malah katanya, doi nggak betah gaes berlama-lama di Istana.

Weleh-weleh, kalau nggak betah, biar saya aja yang gantiin duduk leyeh-leyeh di istana boleh nggak? Numpang nulis mengarang buku tabungan gitu misalnya. Hadeh, lagian ruangan kalau kosong mulu kan bahaya tahu, bisa jadi angker. Hiiiii

Pemimpin yang baik itu, tinggalnya bukan di istana, tapi di hati rakyat. Click To Tweet

Kalau kata Jokowi, doi tuh nggak bisa disuruh duduk saja di istana. Nggak kuat.

Ehh, emang siapa yang berani-beraninya nyuruh-nyuruh presiden duduk di istana aja? Hmm, tapi Pak Jokowi bilang nggak kuat duduk bukan karena lagi sembelit kan? Edededeh, maap loh ya, pertanyaan ini tuh bentuk perhatian aku padamu. Soalnya sembelit itu nyebelin banget loh, dan bahaya juga, jadi harus lekas diobati. Hehehe.

Tapi ya gaes, bukan karena sembelit yang membuat presiden kita ini nggak suka duduk di istana. Tapi karena doi emang sukanya kerja lapangan. Kayak eik gitulah.

Lagi pula kerja lapangan tuh asik. Bisa kerja sekalian cuci mata, siapa tahu kan ketemu yang imut-imut. Tapi kalau presiden, katanya, suka banget kunjungan kerja ke daerah-daerah agar bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat. Melihat keberagaman Indonesia itu sangat menyenangkan menurutnya.

Daripada itu, kalau di kantor terus, doi katanya bisa jenuh. Tapi semakin sering ke lapangan, jumpa masyarakat, dengar masyarakat, ketemu masyarakat, baik di pasar, di tanggul, bantaran sungai, di desa, di kota, dan melihat proses pembangunan itu menghadirkan kepuasan tersendiri.

Uluh-uluh asiknya jadi presiden ya, bisa keliling Indonesia gratis. Yang lain mau ketemu rakyat seluruh Indonesia, biar dikenal, biar dipilih di Pilpres, mesti banting tulang dulu. Ehhh… (E36)