Jokowi Bersyukur Nggak Reuni?

jokowi reuni 212
Joko Widodo. (Foto: REUTERS)
2 minute read

“Kalau kita tidak pernah turun ke bawah, tidak bersentuhan kulit dengan rakyat, bagaimana kita bisa merasakan keluhan rakyat?” ~Joko Widodo


PinterPolitik.com

Kemarin sempat tebak-tebakan Presiden Joko Widodo akan datang ke reuni 212 atau nggak ya? Ehh ternyata nggak ya. Deg-degan banget akutuh…

Tapi dengar-dengar, katanya panitia Reuni 212 yang mengurungkan niatan mengundang Jokowi. Salah satu pertimbangannya karena menilai Jokowi kurang respek terhadap gerakan 212, kurang mensyukuri nikmat anugerah Allah besar kumpulnya umat Islam gitu.

Hmm, gimana ya. Kayaknya, justru Jokowi akan kufur nikmat jika tetap datang ke reuni. Udah enak-enak dapat kesempatan lebih banyak bertemu rakyat, memperkenalkan program dengan fasilitas negara, kenapa juga harus datang ke forum yang jelas-jelas isinya kaum oposisi semua? Ulama yang datang juga ulama yang suka menjelek-jelekkan beliau. Buat apa? Hehehe.

Nah, mungkin sekarang juga Jokowi lagi bersyukur banget nih karena nggak jadi datang ke reuni. Nggak lucu gitu kan lagi sepanggung sama Prabowo terus ada teriakan 2019 ganti presiden? Wkwkwk, jadi ya udah benar dong pergi ke Bogor, bagi-bagi listrik gratis untuk warga pra sejahtera.

Yang alumni Jokowi, yang jadi tamu kehormatan Prabowo. Acara reuni yang unik... Click To Tweet

Iya, ketika reuni 212 yang dituding banjir kepentingan politik berlangsung, Jokowi lagi ada di Bogor untuk meresmikan program penyambungan listrik gratis dari 35 BUMN di Bantarjati Atas, Bogor, Jawa Barat.

Nampaknya, Jokowi woles aja melakoni kegiatan sebagai presiden. Meresmikan banyak hal, program dan infrastruktur. Begitu kan lebih kelihatan kerja nyata, terus bisa ketemu dan mengambil hati rakyat secara langsung. Dari pada ikut aksi yang katanya bikin macet Jakarta itu. Ehhh, itu kata pengguna jalan loh, bukan kata aku.

Jokowi mengatakan, program penyambungan listrik ini merupakan sinergi BUMN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Menurutnya, jika masyarakat sudah tersambung listrik secara mandiri, maka biaya yang dikeluarkan untuk setrum ini pun jauh lebih murah dibandingkan masih numpang di rumah tetangga.

Kalau misalnya waktu nyambung tetangga bayar listrik per bulannya Rp50.000 sampai Rp60.000, sekarang bisa lebih murah Rp25.000 sampai Rp. 30.000.

Jokowi menjabarkan, ada sekitar 1,2 juta KK se-Indonesia yang belum memiliki listrik secara mandiri. Capres petahana itu menyebut, masih banyaknya kepala keluarga di Indonesia yang belum memiliki listrik secara mandiri karena menganggap biayanya mahal.

Gimana-gimana, kalau datang ke reuni 212, belum tentu rakyat Bogor tahu kalau Jokowi itu baik. Hehehe. (E36)