Jokowi Banyak Janji

Jokowi Banyak Janji
Foto : Istimewa
3 minute read

“Kebahagiaan dan kebajikan membuat waktu terasa singkat.”


PinterPolitik.com

Lembaga riset Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis survei mengenai tingkat elektabilitas Jokowi dan Prabowo Subianto.  Dalam survei tersebut, responden berpandangan bahwa janji-janji Jokowi banyak yang tidak mampu dipenuhi.

Masa sih? Curiga nih eyke hasil surveinya disabotase sama kubu kamvret.

Menurut IDM, sebanyak 71,8 persen responden mengatakan Jokowi gagal menepati janjinya seperti swasembada pangan. Demikian juga dalam hal pemerintahan bersih (bebas korupsi), sebanyak 62,1 persen responden menyatakan Jokowi tidak berhasil memberantas korupsi. Weleh-weleh.

Yang gini-gini nih gengs, fix banget deh pasti kemvret yang jawab, meraka ngarang-ngarang biar bisa bilang kalau Jokowi itu gagal urus negara. Padahal nih gengs kalau menurut eyke ya, Jokowi itu tidak gagal sama sekali loh dalam hal mengurus negeri ini.

Oke lah ya kalau saat ini Jokowi belum berhasil mewujudkan swasembada pangan dan dianggap gagal menahan kasus korupsi yang terus terjadi. Tapi kan seenggaknya kita sekarang masih bisa makan nasi dan makan tempe.

Terus juga kan jaman Jokowi masih banyak koruptor kelas kakap yang berhasil ditangkap. Jadi intinya kita belum bisa dong bilang Jokowi gagal alias tidak berhasil? Click To Tweet

Coba deh kalian pikir, emang presiden sebelum-sebelumnya bisa menuntaskan masalah korupsi? Emang yang sebelumnya sudah berhasil buat swasembada pangan? Siapa? Mungkin cuma Soeharto. Swasembada sih swasembada, tapi kalau yang sejahtera dia-dia lagi, mau buat reformasi lagi? Wkwkwk.

Intinya mah kurang elok lah gengs kalau kita bilang Jokowi itu gagal atau tidak berhasil menepati janjinya untuk menjadikan negara ini maju. Alangkah lebih eloknya kita bilang Jokowi belum diridhoi menjadi utusan Tuhan yang bisa membuat negara ini menjadi negara maju atau menjadi negara yang segala halnya bisa diurus sendiri. Gitu gengs, kalau sudah gini kan enak dibacanya juga. Ehehehe.

Eh tapi sebentar gengs, kalau kita sudah sepakat bilang Jokowi bukan orang yang tepat, bukan berarti juga Prabowo lah orang yang tepat ya gengs. Kok bisa? Ya bisa lah, wong Prabowo belum pernah ngasih bukti apa-apa.

Nah terus orang yang tepat siapa dong, kalau Jokowi bukan Prabowo juga bukan? Ya yang pasti gengs banyak-banyak mendekatkan diri kepada yang maha kuasa deh, biar siapa pun yang memimpin negara ini bisa menjadi panutan dan membuahkan keberhasilan. Betul apa betul gengs?

Daripada pusing-pusing mikirin siapa orang yang tepat untuk memimpin negeri ini, mending kita mikirin ungkapannya William Shakespeare, kali aja kan setelah baca ungkapan ini kita dapat pencerahan:

“Manusia yang dapat membina dunia serta kemajuannya adalah manusia yang dapat memuja dan mengkritik.”(G35)