Jokowi ‘Akomodir’ Alumni 212

Jokowi ‘Akomodir’ Alumni 212
Presiden Jokowi. (Detik.com)
2 minute read

“Pertemuan ini guna mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang sama-sama kita hadapi saat ini, yang merupakan berbagai kasus yang ada.” ~ Novel Bamukmin


PinterPolitik.com

Persaudaraan Alumni (PA) 212 memenuhi undangan Presiden Jokowi untuk berjumpa di Istana Bogor. Kenapa Jokowi lagi dan lagi bertemu dengan PA 212 ya? Hmmm.

Weiiitss, kalau kata Direktur LP3ES sih wajar – wajar aja, namanya juga Presiden ketemu sama kelompok masyarakat, sesuatu yang biasa aja.

Tapi kalau mau mengingat masa lalu, kata Fahri Hamzah, Jokowi itu adalah alumni 212, jadi rasanya pertemuan itu amat wajar karena ibarat nostalgia pertemuan antar alumni aja, weleeeh weleeeeh.

Menariknya, kok sama sekali ga ada gembar – gembor kabar tentang pertemuan itu, bahkan kabar pertemuan sepertinya mungkin sengaja tertutup. Makanya wajar juga kalau Tim 11 PA 212 tidak diperkenankan membawa HP. Hadeuh sampe segitunya ya, weleeeeh weleeeeh.


Tapi apa sih yang dibicarakan antara Presiden Jokowi dan PA 212? Kalau kata juru bicara PA 212, Novel Bamukmin sih tujuan pertemuan itu untuk mencari solusi terbaik menyelesaikan persoalan – persoalan yang sedang dihadapi bersama, khususnya untuk kasus kriminalisasi ulama.

Palingan PA 212 itu paling meminta penuntasan kasus kriminalisasi ulama 212 ya? Maunya sih begitu, hmmm.

Nah mungkin, berhubung Jokowi dan PA 212 itu adalah sesama alumni 212, mungkin diharapkan bisa ada pengkondisian, apa ada SP3 atau apalah. Ciyee, Rizieq udah mulai senyum – senyum nih kalau denger SP3, uhuuukkk, uhuuukkk.

Tapi faktanya ternyata malah berbanding terbalik, penegak hukum tak kunjung memberikan SP3 untuk Rizieq Shihab. Bukan salah penegak hukum sih, Rizieqnya sendiri ga ada itikad baik buat pulang ke Indonesia, hmmm, salah siapa?

Coba kalau Rizieq pulang kan siapa tau bisa di SP3, ehmmm, makanya jangan takut proses hukum dong, dibikin santai aja, masih mau jadi warga negara yang baik kan?

Kalau begitu, pertemuan Jokowi dan PA 212 ga bisa menyelesaikan persoalan apapun dan ga ada solusi sama sekali? Ya mau gimana, Rizieqnya aja ga keliatan nih, hmm.

Berarti dengan kata lain, Jokowi gagal mengakomodir kepentingan PA 212? Weeittsss, nanti dulu dong, gimana mau ngasih SP3, kalau orangnya aja masih entah berada di mana, huhuhu

Hmm, makanya kalau kata Sujiwo Tejo, Rizieq jangan sengaja lari untuk dikejar, masa hukum mau dibecandain kayak gitu, weleeeh weleeh. (Z19)

[related_posts_by_tax posts_per_page="7" taxonomies="category,post_tag" order="ASC"]