JK Larang Golkar Anti-Korupsi?

jusuf kalla anti korupsi
Jusuf Kalla. (Foto: Media Pembaharuan)
2 minute read

“Tak ada ajaran maupun agama yang tak mengharamkan korupsi.” ~Sujiwo Tejo


PinterPolitik.com

Beberapa partai kerap menjadikan jargon anti tindak korupsi sebagai bahan dagangan, tapi kenapa Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Golkar buat menggunakan slogan tersebut? Hmmm, masa doi membolehkan kader partai melakukan korupsi sih?

Ini serius gaes, no hoax hoax club. Dalam pertemuan Silaturahim Akhir Tahun Golkar kemarin, JK meminta Golkar untuk tidak menggunakan slogan anti korupsi karena bisa menurunkan suara di Pemilu. Kenapa?

Ternyata gaes, JK tuh teringat dengan Ketum dan Sekjen Golkar yang tersangkut korupsi. Menurutnya, berkoar-koar menyebut anti korupsi, namun kenyataan yang bicara justru yang korupsi, itu malah bisa menjatuhkan nama baik partai. Hmmm, mungkin jadi terkesan munafik gitu ya?

Hmm… kalau dipikir-pikir, Golkar mau menggunakan slogan tersebut juga syulit, gaes. Wong para petingginya aja korup. Yang terbaru malah ada menteri mantan Menteri Sosial Idrus Marham jadi tersangka kasus suap PLTU Riau. Udah gitu, kabarnya uang korupsinya juga dipakai untuk kegiatan partai lagi. Itu korupsi berjamaah atau bagaimana? Ehhh, becanda…

Intinya, JK tuh berharap banget Golkar dapat meraih suara banyak dengan menampilkan kader-kader yang baik, khususnya yang sudah menduduki jabatan. Selain itu, JK juga meminta Golkar agar dapat memberikan harapan baik bagi masyarakat, namun tetap realistis. Harus bisa membuktikan jika terpilih.

Jusuf Kalla larang Golkar jadi partai anti korupsi. Kenapa? Click To Tweet

JK bilang, wajah partai itu dapat terlihat dari tingkah laku kader-kadernya yang menjabat, baik jadi anggota DPR, menteri, atau tokoh penting lainnya. Jadi JK mengharapkan, Golkar bisa menempatkan orang-orang baik di permukaan, agar lebih indah.

Baca juga :
Kebangkitan Gerakan Supremasi Kulit Putih

Yah, daripada teriak anti-korupsi, tapi tahu-tahu ada yang ketangkep lagi khan? Kan ada yang bilang, janji itu adalah sepihak, sedangkan pelaksanaannya lain hal lagi.

Lalu JK menyebut, Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang sekarang menjabat Menteri Perindustrian, dan Menteri Sosial Agus Gumiwang, untuk dapat memberi contoh. Biar rakyat puas, dan mau memilih Golkar.

Hmmm, tapi nganu Pak. Kalau partai yang punya slogan anti korupsi aja kadernya banyak yang ketangkep KPK, apalagi yang nggak ada semangat anti korupsi? Nggak ngeri tuh? Kalau makin beringas gimana? Maaf, hanya sekadar mengingatkan. (E36)