Jenderal Turun Gunung, Ada Apa?

Jenderal Turun Gunung, Ada Apa?
Foto: Istimewa
2 minute read

 

“Masuk neraka itu urusan Tuhan, enaknya kalau bilang kafir-kafir. Kalau ada yang bilang kafir, saya tempeleng. Pancasila itu persatuan Indonesia yang berperikemanusiaan.” ~ Ryamizard Ryacudu


PinterPolitik.com

Sangat mengejutkan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, mulai turun gunung dan berniat mau nempelengin orang yang mudah mengecap orang lain dengan istilah ‘kafir’ atau takfiri.

Huft, memangnya sedarurat itu ya negeri ini menghadapi Pilpres 2019, sampai sekelas Menhan turun tangan mau tempelengin masyarakat? Setahu saya Menhan itu ngurusin pertahanan deh bro bukan keamanan. Hmmm, apa mungkin negara kita terindikasi darurat pemberontakan sampai Menhan harus turun tangan segala? Walah dalah, ngeri juga ya.

Kalau diliat-liat, selain Pak Ryamizard, jenderal-jenderal purnawirawan di kubu Jokowi belakangan ini terlihat agresif sekali. Sebelum Ryamizard, Kepala Staf Kepresidenan sekaligus Ketua Harian TKN Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko sebelumnya sudah lebih dahulu turun gunung. Mantan Panglima TNI tersebut menyebut bahwa kubunya kini tengah memasuki fase yang disebut sebagai perang total.

Apa mungkin ini semua ada kaitannya dengan pernyataannya Moeldoko perang total itu? Waduh, ngeri juga ya?

Selain itu masih ada lagi nih mantan jenderal lainnya yang terlihat terbawa emosi dan melontarkan pernyataan cukup “unik”. Ada Menkopolhukam Wiranto yang nantang sumpah pocong ke Prabowo sama Kivlan Zen terkait kasus HAM berat yang mencatut ketiga nama jenderal ini. Alhasil sumpah pocongnya jadi bahan bullyan kan diberbagai pratfom berita.

Seperti belum cukup, ada juga Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang  terekam yang sering ngomel saat mendengar orang lain kontra sampai mengritik kebijakan kabinet kerja Jokowi.

Salah satu yang jadi bahan pembicaraan masyarakat adalah soal rencana pemberian jabatan kepada TNI di kementerian. Kala itu, banyak elemen masyarakat yang protes dan menganggap itu sama saja dengan mengembalikan dwifungsi ABRI ala. Eh ternyata Pak Luhut waktu itu menjawabnya menantang masyarakat untuk membuktikan keberatan mereka. Waduh.

Politik boleh panas, hati tetap dingin ya! Click To Tweet

Kenapa ya para jenderal-jenderal itu sekarang pada turun gunung? Yang ngeri, mereka sering marah-marah kayak orang lagi sakit gigi aja senangnya ngedumel. Upps. Ada apa sih jenderal-jenderal? (G42)

Baca juga :
Surat Suara Kok Habis?

 

 

 

Facebook Comments