Jemput ‘Kematian’ Partai Politik

Jemput 'Kematian' Partai Politik
Partai Politik Peserta Pemilu 2019. (Foto: Beritagar)
2 minute read

“Hampir semua orang dapat menanggung kemalangan, tapi jika Anda ingin menguji watak manusia, coba beri dia kekuasaan.”


PinterPolitik.com

Partai politik memang menjadi jalan menuju kekuasaan. Maka dari itu banyak orang berlomba masuk ke partai untuk melancarkan ambisinya.

Nah tapi tujuannya orang masuk partai pasti beda – beda, meraih kekuasaan untuk menyejahterakan rakyat atau meraih kekuasaan untuk mengeruk duit rakyat, hayoloohhhh, siapa tuh yang begitu?

Kalau mau lihat tandanya sih gampang, semakin banyak KPK menjahit rompi oranye, semakin bobroklah negara kita digerogoti para koruptor, weleeeh weleeeeh.

Wedeeeww, ternyata kalau ditinjau secara positif partai politik juga bisa loh. Kaget ga? Weleeeeh weleeeh. Ternyata ehhhh ternyata partai politik itu bisa menjadi rahim pemimpin bangsa, eleeeeuuuhh eleeeeuuuh, weeew amazing.

Tapi sejauhmana partai politik bisa memastikan itu? Hmmm, rasanya mustahil ya. Coba kalau mau nyalon jadi caleg atau kepala daerah, yang dipertimbangkan bukan kompetensi tapi uang, uang, dan uang. Nah loh kalau begini rusak sudah, uang beli apa aja, termasuk marwah partai politik, zzzzz.

Katanya rahimnya pemimpin bangsa, kalau gitu sih namanya jadi rahimnya pemimpin asal ada duit, weleeeeh weleeeeh.

Nah berhubung mau ada kontestasi politik, coba lihat deh, kira-kira tingkahnya partai politik itu aneh ga sih? Semisal kalau partai politik ga punya kader yang diusung dalam kontestasi politik?

Ga masalah lah, kan bisa catut siapa kek, tokoh nasional kek, atau artis kek, siapa gitu, hmmm begini nih. Inilah cikal bakal hancurnya rahim pemimpin bangsa. Weeeww, jadi serius begini deh hoalaaaahhh.

Contohnya aja nih, miris banget tapi menggelikan. Salah satu partai dengan bangganya bilang, kami mencalonkan saudara Jokowi untuk maju sebagai Calon Presiden 2019, kalau ada yang layak kenapa cari yang lain. Hmmm, mikir keras.

Ettt, dipikir – pikir Jokowi kan bukan kader partai mereka, ngapain mereka bilang begitu ya? Kan kayak nunjukkin banget kalau partai itu sama sekali ga mampu ngedidik kader sampe pilih Jokowi.

Hadeuuhh, harusnya sih malu, etttt ini malah bangga begitu. Kebanyakan partai sekarang pada begitu sih, demennya nebeng, apalagi kalau mau Pemilu begini. Cari tokoh yang kuat abis itu nebeng dah. Hadeuuuh, ga malu? (Z19)

Share On