Jateng Sudah Tak ‘Merah’ Lagi?

markas prabowo sandi di jateng
Sudirman Said. (Foto: Energy World)
2 minute read

“Jangan pernah memalingkan matamu dari lawan bahkan saat kamu dalam posisi menunduk!” ~Bruce Lee


PinterPolitik.com

Badan Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebentar lagi akan pindah ke Jawa Tengah nih. Demi merebut basis suara Jokowi, mereka bela-belain jauh dari ibu kota. Kayaknya yakin banget gitu ya bakal dapat banyak suara di Jakarta? Hoo iya sih, kemarin aja yang ikut reuni aksi 212 11 juta orang ya. HmmmEhh tapi emang mungkin 11 ju…. Hmmmmmmmm

Timses Joko Widodo-Ma’ruf Amin sih katanya nggak merasa khawatir, karena suara Jateng konon telah dikuasai oleh partai merah, atau PDIP. Gubernur yang menang kemarin aja dari PDIP bos. Yaa, tapi kan harusnya nggak ada salahnya ya waspada. Soalnya Sandiaga sendiri juga akan fokus terjun di Jateng.

Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said nggak percaya kalau Jateng hanya identik dengan warna tertentu. Kenapa? Karena menurutnya politik itu dinamis, sehingga pilihan masyarakat bisa berubah.

Terus kalau soal dirinya yang kalah dengan Ganjar Pranowo di Pilgub kemarin, itu lantaran dirinya kerap dihalang-halangi saat berkampanye. Nggak leluasa seperti Ganjar. Sudirman juga mengaku dicurangi, ditekan, disabotase, hingga dihadang di jalan. Wadaw, ngeri-ngeri gurih juga hambatannya ya… Fakta atau hoaks ya? Kemarin juga ada yang ngaku dikeroyok padahal abis oplas. Ya khan?

Eh tapi kalau benaran mengalami banyak hambatan, Sudirman keren loh bisa mendapat 42 persen atau 7.267.993 suara. Sedangkan Ganjar memperoleh 58,78 persen atau 10.362.694 suara.

Politik itu dinamis, sama kaya kamu. Kemarin bilang cinta aku, besok sudah jalan sama dia. Huft... Click To Tweet

Sudirman menilai politik aliran pada warga Jawa Tengah sudah luntur. Hal itu dikarenakan tingkat pendidikan warga setempat semakin meningkat. Dengan begitu, lanjutnya, warga semakin mampu melihat pemimpin yang baik untuk dipilih.

Baca juga :
UU ITE dan Paradoks Demokrasi

Nah, atas pemikiran tersebutlah pihaknya optimis bisa merebut suara di daerah basis lawan tersebut. Namun, tetap yang diutamakan adalah kampanye di basis suaranya saat Pilkada 2018. Begitu dianggap lebih mudah daripada memulai fokus kampanye di basis suara lawan.

Kira-kira nanti bulan pertama di Semarang, bukan kedua di Solo, dan di tempat-tempat lainnya yang tebal suaranya. Pokoknya yang berpotensi menang akan diintensifkan.

Hmm, tapi moon maap itu Solo beneran masuk daftar tempat yang akan menjadi fokus kampanye? Emangnya Pakde Jokowi nggak cincaicincai amat ya di sana? Ehh, cuma penasaran loh saya. (E36)

Facebook Comments