Jalan Tol, Memudahkan atau Menyulitkan?

tol trans jawa
Jokowi. (Foto: Tribun)
2 minute read

“Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”


PinterPolitik.com

Tol demi tol dibangun dengan amat cepat dan agresif. Demi menyambung hidup masyarakat, katanya. Dan tentu, demi gengsi yang tak boleh surut. Pokoknya jangan sampai kalah sama negara tetangga. Masa mereka punya jalan tol segitu, kita cuma segini.

Ya, begitulah. Ku rasa akhir-akhir ini bumi pertiwi dibangun hanya berdasarkan hasrat dangkal. Sikap bersaingnya boleh juga sih, tapi masa mau asal bangun?

Contohnya saja pembangunan jalan tol. Kebetulan proyek infrastruktur ini yang paling sering diagung-agungkan rezim saat ini. Dalam empat tahun, Presiden Joko Widodo memecahkan rekor dengan membangun 616 km Tol Trans Jawa. Padahal selama 25 tahun proyek ini cuma stagnan memiliki 500 km jalan tol saja. Keren, kan?

Ya, sepintas memang keren. Tapi apa gunanya? Apa untungnya?

Segala hal harus diperhitungkan matang-matang, dongs... Click To Tweet

Konon jalan tol dibangun untuk meningkatkan perekonomian, untuk meringkas waktu tempuh kendaraan, dan berbagai alasan lainnya. Namun coba kita lihat faktanya sekarang. Belum apa-apa, para pengguna jalan saja sudah mulai mengeluh. Kok, ya tarif tolnya mahal banget?

Wakil Ketua Umum Bidang Distribusi dan Logistik DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman bilang, sekarang uang jalan pengemudi bisa habis sekitar Rp 1,2 juta hingga Rp 1,8 juta sekali jalan dari Jakarta-Surabaya. Belum ditambah uang makan, uang bongkar muat, toilet umum, dan lain-lain. Katanya bisa habis Rp 2,5 hingga Rp 3 juta.

Baca juga :  Sulit Prabowo Tanpa SBY

Hmmm, apakah kenaikan harga jasa pengiriman barang naik salah satu faktornya karena ini? Belanja onlinenya nggak seberapa, ongkos kirimnya bejibun. Hiks… Kalau begini mah, bukannya meningkatkan kualitas ekonomi, malah bikin isi dompet amsyong.

Ku penasaran banget deh, dulu perencanaan pembangunan jalan tolnya seperti apa sih? Dipikirin nggak urgensi, keuntungan, dan anggarannya? Jangan asal bangun, tahu-tahu biayanya dibebankan ke rakyat.

Nah, ku denger pemerintah bakal memperpanjang lintasan jalan tol di negeri ini. Tapi kalau kasusnya kayak tol trans Jawa gini, masih yakin?

Hmm, tapi ini cuma pendapatku aja loh ya. Aku tetap boleh pakai jalan toln kan? Tenang, Kalo aku mah duitnya banyak, sangguplah bayar tol trans Jawa, yang katanya termahal se-ASEAN. Eh, tapi ini juga kata Tim Riset CNBC Indonesia, loh. (E36)