Jakarta Kebanjiran, Ahok Minta Maaf

    AHOK TINJAU KESIAPAN ANTISIPASI BANJIR
    2 minute read

    Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta selama beberapa hari, menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah titik Jakarta. Menanggapi berbagai kritik dan keluhan masyarakat, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf pada warganya.


    pinterpolitik.com

    DKI JAKARTA – Permintaan maaf Gubernur Basuki T. Purnama atau Ahok disampaikan saat sedang menjalani sidang kasus dugaan penodaan agama yang berlangsung kemarin, Selasa (21/2) yang berlangsung selama 14 jam. Ia meminta maaf karena merasa dirinya tidak bisa bekerja maksimal untuk mengantisipasi datangnya banjir di musim penghujan ini.

    “Saya hanya ingin menyampaikan permohonan maaf pada warga DKI, karena kasus saya ini, saya tidak bisa kerja penuh waktu karena harus seharian di sini. Padahal, saya tahu warga Jakarta sedang kebanjiran,” kata Ahok usai menjalani sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, kemarin.

    Menurut Ahok, banjir terjadi akibat ada beberapa tanggul yang jebol. Selain itu, proses normalisasi Kali Ciliwung juga baru berjalan 40 persen, karena tersendat oleh beberapa kendala. Salah satunya adalah masalah pembebasan lahan dan menertibkan bangunan-bangunan yang masih ada di bantaran kali.

    Selain normalisasi, Pemprov DKI Jakarta juga sebenarnya sedang menambah pompa untuk ditempatkan di Kali samping Central Park, Jakarta Barat. Pompa tersebut diyakini akan meminimalisir banjir yang sering merendam kawasan tersebut, termasuk di depan Universitas Trisakti. Selain pompa, Pemprov DKI Jakarta juga akan membangun waduk di wilayah kawasan Green Garden, Pesing, dan sekitarnya.


    Banjir memang kerap melanda Ibu Kota DKI Jakarta, namun penanganan banjir bukan hanya kewajiban dari pemerintah provinsi saja, tapi juga dibutuhkan peran aktif dari warga DKI Jakarta secara keseluruhan. Karena menanggulangi banjir adalah kewajiban bersama.

    Baca juga :
    Papua, Tren atau Aktor Global?

    Jadi mulailah bangun kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan di sungai atau gorong-gorong. Warga DKI sebaiknya jangan hanya menyalahkan bisa Pemerintah Provinsi ataupun Pemerintah Pusat saja, tapi mulailah mengintropeksi diri, apakah kita sudah ikut bertanggugjawab menyelesaikan permasalahan banjir di Jakarta? (Berbagai sumber/A15)