Ivan Korban Hoax #2019GantiPresiden

Ivan Korban Hoax #2019GantiPresiden
(Foto: Grid)
2 minute read

“Saya ingin tegaskan, bahwa 100 persen, itu fitnah terhadap diri saya. Lirik propaganda politik murahan semacam itu juga bukan signature John Paul Ivan. Itu memalukan dan menyesatkan.” ~ Mantan Gitaris Boomerang, John Paul Ivan.


PinterPolitik.com

Ada-ada aja ya ulah pendukung gerakan #2019GantiPresiden. Setelah sebelumnya pemberitaan dihebohkan dengan insiden persekusi di Car Free Day, kini mereka mempropagandakan gerakan ini melalui lantunan lagu. Lagu ini viral di media sosial setelah sempat diunggah di Youtube. Konon kabarnya sih lagu ini karangan mantan gitaris Boomerang, John Paul Ivan.

And you know what? Ternyata lagu itu bukan ciptaan John Paul Ivan. Sepertinya nama Ivan dicatut oknum gerakan #2019GantiPresiden untuk meningkatkan daya propaganda pada masyarakat. Dan ternyata, Ivan sendiri merasa dijelekkan loh nama baiknya dengan pemberitaan hoax ini. Pucing pala barbie deh Ivan.

Dan yang disasar Ivan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas merebaknya pemberitaan hoax ini adalah media Pribuminews.co.id. Gegara video ini, Ivan mempolisikan pimpinan redaksi Pribuminews.co.id, yang telah menyebarkan berita hoax bahwa dia pencipta lagu #2019GantiPresiden.

Waduh, apa media tersebut gak melakukan konfirmasi kebenaran isi berita yang mereka tulis kepada Ivan? Aya aya wae ah. Lagian sih media ini semangat ’45 banget waktu memberitakan tulisan yang berjudul “John Paul Ivan Ciptakan #2019GantiPresiden Begitu Syahdu dan Meninju”.

Baca juga :  Lirik Hoax Lagu #2019GantiPresiden

Bahkan diakhir kalimat redaksionalnya gak lupa untuk mempromosikan agar lagu ini diviralkan. Wait! Kok rasanya pemberitaannya gak netral ya. Perasaan agak memihak gitu. Ah, mungkin cuma perasaan eike aja. Tapi kalau kalian ikut mengintip artikel terkait, nanti juga tau deh seberapa netralitas pemberitaannya.

Apa artinya pendukung #2019GantiPresiden sudah mulai berafiliasi dengan media tertentu untuk mempropagandakan gerakan ini agar lebih masif lagi? Tapi gak gini juga keles caranya. Ini mah gak etis. Masa membuat artikel berita tentang seseorang tanpa melakukan konfirmasi terhadap narasumbernya.

Eike gak habis pikir deh sama gerakan model gini. Apa mereka gak bisa melakukan kampanye dengan sopan dan beretika? Sesulit itu ya emangnya? Atau sedari awal orang-orang pendukung gerakan ini memang modelnya suka melakukan intimidasi dan menebar hoax? Kalau gak mau dibilang gitu, ya cepet-cepet lah introspeksi diri. Dari pada nanti masyarakat malah tambah antipati dengan gerakan ini. (K16)

Share On