HMI Pendukung Rezim yang Terakreditasi?

Aksi Kita Indonesia
2 minute read

“Ketika kamu tidak bisa tidur di malam hari, itu karena kamu bangun di mimpi seseorang.”


PinterPolitik.com

Cabang-cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hanyut dalam demokrasi dan modernisasi Indonesia yang termilenialkan. Apa benar gengs? Apakah seyogyanya mahasiswa itu tidak turut berpartisipasi menjadi relawan pendukung pasangan capres-cawapres?

Kalau menurut Ketua Umum Pengurus Besar HMI Saadam Al Jihad, HMI adalah organisasi pengkaderan. HMI bukan mengurusi politik sehingga tidak ada alasan bagi semua kader untuk ikut terlibat dalam relawan pemenangan dukung mendukung urusan Pilpres. Hmmm, betul apa betul gengs?

Duh, jadi HMI ngurusin apa dong? Masa sih enggak mau ngurusin politik lagi? Percuma dong jadi mahasiswa kalau enggak ngurusin politik. Atau mungkin HMI enggak mau ngurusin politik kali ini karena nama kakandanya tidak ada yang masuk dalam bursa Pilpres 2019? Weleh-weleh, ngambek nih ceritanya?

Eh, sebentar gengs, eyke enggak sembarangan ngomong loh. Buktinya waktu Pilpres 2014 PB HMI masih membolehkan kadernya berpartisipasi walaupun secara individu. Tapi di Pilpres 2019 kok segala dikasih sanksi ya buat para kadernya yang ketahuan melanggar? Hmmm, berasa dipimpin sama Adolf Hitler yak? Weleh-weleh.

Nih buktinya gengs. Mantan Ketua Umum PB HMI saat Pilpres 2014, M Arief Rosyid Hasan menyebut saat dirinya memimpin ia mengarahkan agar HMI harus tetap independen, namun tetap memberikan keleluasaan bagi seluruh kader dalam menyalurkan hak suaranya. Semuanya kembali kepada individu masing-masing.

Jadi gimana nih gengs menurut kalian, HMI lagi ngambek atau memang udah malas sama politik Indonesia jadinya ogah deh partisipasi lagi sama politik kayak gini?
Yang jelas sih gengs, saat ini Saddam telah memperingatkan agar seluruh kader aktif tidak melibatkan diri dalam pusaran politik kepentingan. Program HMI untuk menyikapi Pemilu sangat jelas, yaitu membentuk relawan pemantau demi terciptanya demokrasi yang sehat, jujur, adil, dan transparan.

Mantap lah kalau gitu. Tapi ini menunjukkan HMI makin lihai berpolitik di Indonesia. Buktinya sampai dapat tender dari Bawaslu segala tuh buat mengawasi Pemilu. Mana tendernya terakreditasi resmi dari Bawaslu lagi. Jadi berasa kayak yayasan universitas ya dapat akreditasi gitu. Wkwkwkw.

Kalau organisasi mahasiswa lain mah belum tentu dapat yang kayak gitu. Makanya ini jadi momen langka bagi PB HMI. Mereka sampai mengkampanyekan #2019hmikawaldemokras. Katanya tagar itu sebagai politik kebangsaan PB HMI dan tidak ada tagar lain yang dikonsepsikan organisasi.

Eh, sebentar. Kalau PB HMI bilang tidak ada tagar lain selain tagar itu, berarti secara enggak langsung HMI dukung Jokowi dua periode dong gengs? Wkwkwk, eh eyke nanya loh ya, bukan bilang kalau HMI itu antek-anteknya Jokowi yang terakreditasi. (G35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here