Belajar dari Hari Anti-hoaks Nasional

hari antihoax nasional
Ratna Sarumpaet. (Foto: Rakyat Aceh)
2 minute read

“Berapapun cepatnya kebohongan itu, namun kebenaran akan mengejarnya juga.” ~Tan Malaka


PinterPolitik.com

Operasi plastik, ku tak pernah menyangka prosedur kecantikan tersebut bisa menjadi garam dalam politik Indonesia. Hanya karena wajah seorang luka-luka setelah menjalani operasi plastik dan mengaku menjadi korban penganiayaan, politikus satu negeri jadi ribut. Ckckckck, gereget banget yaaa…

Hoaks itu benar-benar mengerikan ya gaes. Tapi beneran deh, orang-orang yang suka bikin hoaks itu tuh harus ditangkepin satu-satu, terus dikasih kerjaan sebagai penulis cerita sinetron. Biar cerita sinetron Indonesia tidak berputar hanya soal kehidupan anak jalanan atau soal azab-azab menakutkan.

Jangan salah, pembuat hoaks adalah orang berkemampuan istimewa. Cuma sayangnya, kemampuan mereka dipakai untuk tujuan tidak benar, yakni memecah belah bangsa. Errgghh…

Tanggal 3 Oktober 2018 merupakan hari bersejarah di mana Ratna Sarumpaet, seorang kreator hoaks terhits musim ini mengakui kebohongannya. Sejak detik itu pula, kubu Prabowo Subianto dipermalukan sejagat raya tanah air. Benar-benar legendWkwkwkwk.


Nah, PPP mengusulkan hari terkonyol bagi politik Indonesia tersebut sebagai hari peringatan Anti-hoaks Nasional.

Apakah Ratna Sarumpaet yang akan menjadi duta Antihoax Nasional? Click To Tweet

Hmm, usulnya boleh juga sih. Biar menjadi pengingat betapa membuat dan menyebarkan hoaks merupakan perbuatan tekutuk yang memalukan dan tidak beradab. Eh tapi yang bakal jadi dutanya bukan Ratna Sarumpaet kan?

Wasekjen PPP, Ahmad Baidowi menjelaskan kalau penetepan Hari Anti-hoaks Nasional tersebut juga bertujuan untuk mencegah peristiwa yang sama terulang sehingga budaya positif dalam bermedia sosial bisa terbangun dengan baik.Pengakuan Ratna bisa menyadarkan publik Indonesia bahwa hoaks telah menjadi pemicu perpecahan.

Selain itu, ia juga sempat menyesalkan sikap oposisi yang menjadikan kebohongan tersebut sebagai pertunjukan politik untuk menghantam petahana, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga :
Toleransi Beragama, Tumbal Politik Jokowi?

Ya ampyunn, masih sebel aja. Kasian loh mereka sudah malu dan dijadikan objek bully para netizen di dunia maya. Serangannya bertubi-tubi loh itu. Sadis. Wkwkwkwk…

Balik fokus ke hari anti-hoaks ya gaes, ternyata tanggapan positif lumayan banyak berdatangan nih. Baik dari kubu Jokowi-Ma’ruf Amin maupun dari Prabowo-Sandiaga.

Yuk, gaes, mari sama-sama kita berkumpul kedalam Persatuan Anti-hoaks 3 Oktober atau PA 310. Mantap! (E36)