Habib Bahar Salah Apa?

ceramah habib bahar bin smith
Habib Bahar bin Smith. (Foto: Requisitoire Magazine)
2 minute read

“Agama memang menjauhkan kita dari dosa, tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama.” ~RA Kartini


PinterPolitik.com

Assalamualaikum, sobat-sobat pengajian yang salih dan salihah. Alhamdulillah ya, sekarang ini banyak sekali saudara-saudari kita yang semangat untuk memperdalam ilmu agama. Eh, walau sedang hits, tapi harus tetap hati-hati ya memilih kajian. Pilih yang mendekatkan kepada Allah, jangan yang menanamkan kebencian ke sesama. Hehehe.

Bukan apa-apa loh, aku ini lagi prihatin aja sama konten-konten kajian agama sekarang-sekarang ini. Mungkin karena sedang tahun politik ya, jadi ada aja konten ceramah berbau politik. Malah yang lebih ngeri, menjelek-jelekkan sesama.

Kalian tahu nggak soal Habib Bahar bin Smith yang dilaporkan Jokowi Mania (Joman) dan Cyber Indonesia karena menghina Presiden Joko Widodo di dalam ceramahnya? Waduhh, rame banget gaes. Gara-gara itu, masyarakat kita pun makin terpecah belah.

Hmm, agar lebih bijaksana, harusnya kita lihat dulu kenapa sih Habib Bahar harus dipolisikan? Memang seberapa parah? Setelah itu baru kita nilai, apakah Habib Bahar itu benar bersalah atau dikriminalisasi? Jangan asal marah-marah bae. Ingat, jangan marah maka bagimu surga. Asik

Datang mengaji untuk mencari berkah. Bukan untuk mendengar isu macam Lambe Turah dari mikrofon mimbar masjid. Click To Tweet

Dalam ceramahnya, Habib Bahar menyebut, “Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu.” Nggak itu aja, Habib Bahar bin Smith juga menyebut Jokowi adalah pengkhianat bangsa, pengkhianat negara, pengkhianat rakyat. Kalau begitu gimana menurut kalian gaes?

Ya, kalau nggak suka sama pemerintahan Jokowi sih nggak apa-apa, kritik dan saran sangat dinanti, tapi kalau sampai mengutarakan kalimat penuh kebencian di muka umum apalagi dalam forum keagamaan apakah itu hal yang baik? Apalagi, pernyataan seperti itu ada konsekuensi hukumnya loh…

Lagi pula, kenapa juga kita disuruh cek isi celana segala? Itu ngajarin bersikap nggak sopan atau gimana? Terus kalau bilang banci, kenapa mesti nyebut juga soal haid? Emang banci bisa menstruasi? Sejujurnya eike agak gimana ya denger ceramah kayak gini. Kasian aja, takutnya direspons serius sama pihak kepolisian.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan partai politik pendukung dan Timses Jokowi mengecam keras hate speech yang dilakukan ulama nyentrik tersebut. Mereka meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut dan segera menangkap Habib Bahar.

Kalaupun ingin diselesaikan secara kekeluargaan, Habib Bahar harus meminta maaf terlebih dulu. Hayooo, kalau gitu sudi nggak tuh? (E36)