Grace PSI: Jokowi Idolaque

Grace PSI: Jokowi Idolaque
Istimewa
3 minute read

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mengaku tertarik terjun ke dunia politik karena terinspirasi dengan gaya kepemimpinan Jokowi saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta yang out of the box.


PinterPolitik.com

Sebagai partai baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memang belum cukup punya pengalaman di dunia perpolitikan nasional. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan agar partai ini siap menjadi wadah aspirasi masyarakat. Ya memang harus gitu, gak mau kan nasibnya kayak PBB atau PKPI yang gagal lolos parliamentary threshold di Pileg 2014? Hadeuh, cape deh.

Salah satu hal yang cukup menjadi pertimbangan PSI adalah, bagaimana gaya kepemimpinan yang akan mereka adaptasi ke dalam partai sehingga dapat diterapkan pada masyarakat. Salah satu caranya, ya dengan meniru gaya kepemimpinan yang sudah ada. Selama gak niru gaya kepemimpinan yang salah sih ok aja. Misalnya mengidolakan si Politisi ‘X’, eh besoknya dia tercyduk KPK. Buahahaha.

Berbeda dengan partai kebanyakan, PSI justru menjadikan Jokowi sebagai idola sekaligus role model kepemimpinan yang baik. Ketua Umum PSI, Grace Natalie, bahkan sangat terpikat dengan kepemimpinan Jokowi pada saat menjadi Gubernur DKI. Bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), gaya kepemimpinan Jokowi dalam menata kota Jakarta ketika itu terbilang out of the box. Ajib dah, warbyasah.

Politik itu gak melulu mengenai birokrasi yang rumit dan ngejelimet. Kalau kayak gitu, ujung-ujungnya rakyatlah yang dirugikan. Grace melihat, politik bisa dibuat berbeda dengan pakem yang ada, tapi tetap menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Menurutnya, Jokowi menunjukkan itu ketika beliau memimpin Indonesia. Gak sedikit sih yang kontra. Toh sejak dulu ‘Cebong’ sama ‘Kampret’ gak pernah akur.

Baca juga :  JK ‘Si Pengganggu’ Jokowi

Contohnya nih ya, gak perlu lagi lah ngumpet-ngumpet ketika membahas anggaran. Biarkan publik bisa mengakses rincian anggaran tersebut, sehingga masyarakat dan media bisa memantau seandainya nanti ada penyelewengan dana. Partai yang menjunjung tinggi keterbukaan anggaran, tentu akan disukai rakyat banyak. Tapi di sisi lain, juga gak disukai oleh oknum mafia anggaran. Wew.

Sebagai partai baru, PSI adalah partai yang masih bersih. Semoga aja keputusan PSI untuk menjadikan Jokowi sebagai panutan diikuti oleh seluruh kader di bawahnya. Kan pasti ada aja lah ya, kader nakal yang kepincut sama manisnya uang korupsi. Gak sekarang sih, tapi nanti pasti akan datang masa godaan untuk kayak gitu. Apa nanti kader PSI akan banyak yang tercyduk KPK? Ya kita liat aja nanti ya.

Pelajaran yang gak kalah penting adalah, jangan takut menjadi partai yang tidak populis. Selama kebijakan yang diambil demi kemaslahatan rakyat banyak dan masa depan bangsa, so what gitu loh sama demo berjilid-jilid yang katanya atas nama rakyat. Gak usah takutlah dinyinyiran buzzer di media sosial. PSI sebagai partai breakthrough di Indonesia? Yoi mamen, tsadeest. (K16)

Share On