Golkar, si Partai Orang Tua

Golkar si Partai Orang Tua
Nurdin Halid dan Airlangga Hartanto. (Foto: Kompas.com)
2 minute read

“Hanya ada dua jenis anak muda di dunia. Mereka yang menuntut perubahan. Mereka yang menciptakan perubahan.” ~Pandji Pragiwaksono


PinterPolitik.com

Selain emak-emak militan, barisan anak-anak muda milenial juga menjadi lumbung suara yang patut diperjuangkan partai politik, tak terkecuali partai Golkar. Tapi Wakil Korbid Pemenangan Pemilu Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengakui, partainya kurang bisa mendekati pemilih milenial. Kenapa gituh?

Wah… wah… ternyata, partai Golkar sudah sangat kental dengan image partainya orang tua dan tidak memberikan banyak ruang bagi anak-anak muda. Wah, memangnya gak pernah usaha buat mendekati anak-anak muda itu ya?

Sejauh ini, Golkar mengaku sudah menjalankan beberapa cara demi menarik simpati kaum milenial. Salah satunya, dengan menyuarakan Golkar sebagai partai yang bersih dan bebas korupsi. Menurut Doli, kaum milenial cenderung lebih sensitif dengan isu korupsi dan politisasi identitas berlebihan.

Nah, ini! Kayaknya, ketimbang dinilai sebagai partainya orang tua, Golkar lebih terkenal sebagai salah satu partai terkorup deh. Kasus korupsinya nggak kelar-kelar. Jangan-jangan, partai beringin ini gak disukai oleh anak muda karena kebanyakan terjerat isu sensitif korupsi ini. Ckckck…

Golkar kok dibilang sebagai partainya orang tua? Terus yang jadi partai terkorup siapa? Hmmm Click To Tweet

Tagline Golkar yang bersih dari korupsi tuh bagus banget loh. Kalau benar dijalankan, bisa-bisa jumlah koruptor di Indonesia turun drastis. Wong segala macam jenis koruptor fenomenal lahir dari partai berlogo pohon beringin ini kok. Wkwkwkwk.

Hmm, tapi untunglah, meski MA sudah mengabulkan gugatan uji materi tentang larangan mantan koruptor maju sebagai caleg, Golkar tetap menjalankan pakta integritas yang telah ditandatangani partai bersama KPU dan bawaslu sebelumnya. Salut deh… Uhuy!

Menurut Doli, apabila partai politik tidak dapat beradaptasi dengan keberadaan dan lingkungan milenial, maka partai itu akan ditinggalkan banyak pemilih. Bisa punah.

Uwuwuw, seram amat ya kalau sampai punah. Makannya, Golkar harus berusaha sekuat tenaga agar bisa menjadi partai berintegritas. Terus kalau bisa, mbok digandeng juga para anak mudanya. Biar lebih segar dilihatnya. Mata rakyat kan juga perlu dimanjakan dengan keindahan-keindahan duniawi. Wkwkwkwk. (E36)